Penahanan Kartu BPNT Di Parakantugu Menuai Kekecewaan Pemilik Kartu

Hallo Cianjur.Com- Cijati.

Adanya  penahanan kartu  untuk pengambilan  bantuan program pangan non tunai (BPNT) di Desa Parakan Tugu Kecamatan Cijati tidak terkait petugas PKH,  namun penahanan tersebut langsung dilakukan pengelola E-Warung yang ada di Tugu.

Menurut  Ketua Dewan Kota, Dian Rahadian  dengan adanya penahanan kartu yang dimiliki penerima manfaat BPNT oleh E-Warung ditugu, ulah  tersebut  sama dengan menghambat program pemerintah pusat.

“Program Bantuan Pangan Non Tunai harus bersih dari kepentingan politik apalagi dalam kontenstasi Pemilihan Kepala Desa di Desa Parakantugu,” ujar Dian Rahadian.

Ketua Dewan Kota menghimbau Dinas terkait untuk segera menegur atau mengganti e Warung yang nakal dengan bermain politik praktis. Sejatinya E- Warung  harus profesional melayani penerima manfaat.

Panitia  dan pengawas Pilkades  tidak boleh berdiam diri atas kejadian tersebut, temuan tersebut harus ditindaklanjut sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi  jika ada salah satu calon yang bermain dengan e-warung untuk  mengarahkan   si penerima untuk memilih pasangan tertentu dalam pilkades tersebut.

Sementara seperti ditulis sebelumnya yang telah terjadi  di Desa Parakantugu, Kecamatan Cijati. Kab. Cianjur, dimana warga Penerima manfaat program Bantuan Pangan Non Tunai  mengeluh sebab kartu yang biasa dipakai untuk mengambil  Bantuan BPNT ditahan.

Menurut warga, sekalipun  penahanan kartu dengan alasan untuk memudahkan turunnya kembali bantuan yang belum diterima. Tapi  dikhawtirkan adanya keterkaitan pada pemanfaatan salah satu calon pada Pilkades di Desa Parakan Tugu.  Apalagi  penahanan dilakukan  pada warga yang ada di Tugu saja.

“Kami  warga Tugu merasa heran, kenapa kartu harus ditahan.  Jangan jangan untuk dikaitkan pada  politik  saat menjelang  Pilkades,” ujar warga Tugu   yang meminta tidak ditulis namananya.

Sementara ketika dihubungi, PJS Kepala Desa Parakantugu sedang tidak ada di tempat, namun disebutkan  Kasi Pemerintahan  Desa Parakantugu, Hamdan yang didampingi dua rekannya menyebutkan  bahwa pihak desa belum tahu pihak mana yang menahan kartu tersebut. Akan tetapi sekalipun ada penahanan kemungkinan besar untuk melakukan cek  agar pencairan tidak ada yang double (ganda).   “Kemungkinan itu untuk pengecekan saja,” ujarnya.     (Wan  Kusmiran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: