Plt Bupati Cianjur Makin Serius Sikapi Masalah Virus Korona Di Cianjur

Hallo Cianjur- Cianjur.

Dalam rapat  hari ini tanggal 19 Maret  2020 di Masjid Kantor Kemenag Kab. Cianjur,  yang dihadiri   oleh Plt. Bupati Kab Cianjur, Ketua Umum MUI Kab Cianjur, Para Pengurus  Harian dan Ketua Komisi MUI Kab Cianjur, serta Pakar Kesehatan.

Pada Kesempatan tersebut  Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman menyebutkan bahwa  Benar bahwa pasien yang meninggal di RSDH itu positif terkena virus Corona, yang bersangkutan asal Bekasi dan sedari Bekasi sudah sakit, ke Cianjur ingin “titirah” hanya di rumah saudaranya di Ciranjang pingsan sehingga di bawa ke RSDH. Pihak yang menyatakan negatif dan pada akhirnya positif itu hasil Laboratorium Kesehatan dari Pemerintah Pusat.

Selain itu,  Terdapat 50 orang warga Cianjur yang berinteraksi dengan pasien yang meninggal tersebut di wilayah Cianjur, saat ini 40 orang sudah lewat masa kritis (sudah 14 hari) dan dinyatakan sehat sedangkan 10 orang lagi sedang dalam masa pengawasan.

“Saat ini terdapat 4 orang pasien yang sedang dalam masa pengawasan di RSUD Cianjur dan 2 orang pasien di RSUD Pagelaran Cianjur Selatan. Ke enam orang tersebut belum positif Corona melainkan sedang dalam pengawasan.”ujar Bupati.

Dijelaskannya pula,  Cianjur mengikuti arahan pemerintah pusat dan provinsi serta menjadikan fatwa MUI Pusat sebagai pedoman. Dan  Bupati Cianjur tidak melarang umat Islam untuk shalat berjamaah di Masjid. Bupati Cianjur hanya menghimbau kepada yang sedang sakit atau ada gejala sakit atau khawatir terjangkit penyakit  untuk tidak shalat berjamaah di masjid, hanya yang sehat silahkan shalat fardhu dan shalat jum’at di masjid dengan senantiasa menjaga kebersihan, seperti selalu cuci tangan, membawa sajadah sendiri, pengurus DKM sebaiknya membantu menyediakan sabun pencuci tangan bagi jamaah.

Kemudian  Bupati Cianjur menghimbau agar masyarakat bisa bersama sama untuk melawan wabah corona dengan berdiam di rumah, anak-anak yang belajar di rumah jangan dibiarkan keluar rumah, orang tua harap membantu menjaganya, termasuk orang tuanya sendiri berdiam di rumah agar potensi wabah korona yang sedang kita usahakan untuk di stop tidak mewabah, masyarakat harus kompak, jangan sebagian di rumah, sebagiannya lagi tetap berkeliaran  berwisata. Program pemerintah kita tidak akan berhasil jika seperti itu, pemerintah sudah menutup tempat wisata di Cianjur, kegiatan2 yang mengundang banyak masa dihentikan dulu untuk 2 minggu ke depan kita harus kompak. PNS dengan eselon 4 ke bawah sudah bekerja dari rumah.

“Pemerintah daerah akan melakukan penyemprotan ke beberapa fasilitas umum mulai besok Jum’at 20 Maret 2020 dan Pemerintah daerah akan menyediakan teks khutbah jumat dan akan dibagikan ke DMK-DKM terkait dengan himbauan menjaga kebersihan dan pentingnya kewaspadaan terhadap COVID-19,” ujarnya.   (WK-Hallo Cjr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: