Harapan Guru dan Orang Tua Murid Di Respon Dewan Pendidikan Kab. Cianjur

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Beberapa usulan dan harapan dari guru, orang tua murid dan pihak terkait  tentang proses belajar mengajar (PBM), baru lalu telah disampaikan  langsung ke Dewan Pendidikan Kab. Cianjur.

Seperti disampaikan Ketua Dewan Pendidikan  Kabupaten Cianjur, U. Awaludin, S. Ag, MH,  maka pihaknya  telah  merespon beberapa usulan dan harapan dari guru, orang tua murid dan pihak terkait.

“Walaupun Kab. Cianjur dikategorikan zona hijau, tapi kami telah bersikap sesuai usulan dari guru, orang tua dan pihak terkait  terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid 19, khusus terkait  peserta didik, guru dan tenaga kependidikan di wilayah Kab. Cianjur ,” ujar Ketua Dewan Pendidikan  Kabupaten Cianjur, U. Awaludin, S. Ag, MH.

Ditandaskannya, untuk upaya prepentif terhadap penyebaran Covid 19 maka perlu dipertimbangkan untuk  melaksanakan belajar di rumah untuk para pelajar PAUD/TK/RA/ SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/ SLB mulai tanggal 30 Maret -13  April 2020

Kemudian,  Kepala Sekolah/guru/Tenaga kependidikan lainnya melaksanakan proses mengajar dan pengolahan penilaian kelulusan peserta didik (melalui sistem akumulasi raport dari 5 semester terakhir dan atau sesuai juknis kemendikbud RI) dan kenaikan kelas dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media online/daring atau media lainnya sesuai juknis kemendikbud RI.

“ Pola kegiatan belajar di rumah dan pengisian nilai kelulusan dan kenaikan kelas mengacu pada Surat Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Nomor : 143/3718-Set. Disdik tanggal 27 Maret 2020 tentang penyelenggaraan pendidikan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19 di Propinsi Jawa Barat,” kata U.Awaludin.

Lebih lanjut dikatakan Ketua Dewan Pendidikan  Kabupaten Cianjur, U. Awaludin, S. Ag, MH , untuk persiapan keberjalanan belajar di rumah pasca tanggal 13 April 2020 harus dipastikan bahwa Sekolah sudah mensteerilisasi lingkungan sekolah dengan penyemprotan disinsfektan di seluruh lingkungan sekolah.  Sekolah berkerjasama dengan puskesmas terdekat utk melaksanakan tes kondisi kesehatan peserta didik dan civitas pendidikan di sekolah dan  diibudayakan gerakan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di lingkungan sekolah dengan salah satunya melalui penyuluhan kesehatan (khususnya pencegahan penyebaran Covid 19) dan atau penyediaan sabun cuci/hand sanitizer serta sarana pendukung lainnya.

“Jika kebijakan Pemerintah Kabupaten Cianjur menyatakan bahwa proses kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di lingkungan sekolah  nanti,  maka harus dipastikan pihak sekolah bekerjasama dengan puskesmas setempat/pihak terkait untuk memastikan bahwa lingkungan sekolah dan warga sekolah steeril/ terbebas dari Covid 19.”ujarnya    (Wawan Kusmiran/Hallo CJR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: