Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman Jelaskan Soal Lahan Pemakaman.

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Dianggap belum adanya kejelasan soal penyediaan lahan  pemakaman bagi yang meninggal akibat Covid 19, sehingga menimbulkan beragam tanggapan di medsos, beberapa waktu lalu  langsung direspon Plt  Bupati Cianjur H. Herman Suherman .

“Di sini saya ingin menyampaikan bahwa sangat penting untuk memahami sesuatu terlebih dahulu sebelum kita berkomentar maupun menyebar suatu pemberitaan terlebih di media sosial.” Ujar Plt  Bupati Cianjur H. Herman Suherman .

Menurut Bupati,  dalam hal ini adalah mengenai berita Pemkab Cianjur menyiapkan ‘lahan pemakaman khusus’ untuk korban Covid-19, yang mendapat beragam respon dari masyarakat. Harap dipahami, Pemkab menyiapkan lahan pemakaman, bukan berarti kami ingin jatuhnya korban. Sama halnya kita menyiapkan P3K, tentu bukan berarti kita berharap terluka, dan bila tiap bangunan menyiapkan Apar juga bukan berarti mereka mengharapkan gedungnya terbakar, dan andaikata di antara kita ada yang menyiapkan asuransi jiwa, tentu bukan berarti kita berharap cepat meninggal.

Hal ini adalah langkah antisipatif pada kemungkinan terjadinya hal yang paling buruk, tentu beberapa dari kita sudah mendengar berita di suatu wilayah ada jasad korban positif Covid-19 yang ditolak warga untuk dimakamkan di daerah mereka, bahkan petugas yang mengantar sampai diusir dengan dilempari batu, hal seperti ini tentunya tidak saya inginkan. Maka menyiapkan segala sesuatunya hingga kemungkinan terburuk sekalipun sangat penting dilakukan.

“Dengan dasar pemikiran yang sama, Pemkab juga tengah mencari tempat yang bisa menjadi tempat perawatan dan isolasi, apabila rumah sakit kita tak mampu lagi untuk menampung pasien.” Ujarnya.

Disebutkannya pula, harapan kita semua tentu saja, semoga semua hal buruk tidak terjadi, dan apa yang dipersiapkan untuk kemungkinan terburuk ini semoga tidak perlu digunakan.

Sosialisasi dan edukasi pada masyarakat sangat penting, agar tidak terjadi stigma pada pasien maupun jenazah. Menyiapkan area pemakaman khusus juga merupakan bentuk antisipasi lain agar jika efek stigma berupa penolakan terjadi, kita masih punya solusi.

Selain itu saya meminta agar rekan-rekan media juga ikut membantu mengedukasi masyarakat. Media yang baik adalah media yang bisa mengedukasi masyarakat, bukan media yang menebar keresahan pada masyarakatnya. Tingkat literasi masyarakat kita masih kurang, banyak yang hanya membaca judul di sosial media, tanpa membaca isi beritanya secara utuh.

Akibatnya banyak komentar yang tidak tepat sasaran, seperti ‘bukannya menyiapkan bantuan untuk yang hidup malah menyiapkan lahan kuburan’. Padahal dari anggaran 100 milyar yang Pemkab siapkan, di dalamnya ada peruntukan bagi bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak.

Cukup sekian hal yang ingin saya sampaikan, saya mencintai Cianjur serta seluruh masyarakatnya, dengan sepenuh hati saya, dengan segenap jiwa raga saya, Cianjur adalah tanah dimana saya lahir, tempat saya belajar dan tumbuh, dan saya tak pernah ingin Cianjur berduka karena wabah ini, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi tanah Cianjur yang kita cintai, tentunya tak luput dengan bantuan warga Cianjur yang juga sangat luar biasa. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.    (Dian Rahadian-HALLO Cjr).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: