Pendataan Penerima Bantuan Harus Cermat

HALLO CAINJUR- Cianjur

Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, telah  memimpin rapat koordinasi persiapan penyaluran bantuan Gubernur Jawa Barat bagi Rumah Tangga Miskin Terdampak Covid 19 dan persiapan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H di Bale Praja.

Mengomentari kegiatan tersebut, Ketua Dewan Kota, Dian Rahadian menyebutkan  untuk penerima bantuan, Dinsos harus cermat dan melakukan kroscek ke lapangan  kembali.  Terutama data dari usulan dari RT Melalui Desa dan kecamatan.

“Karena ditenggarai berbau nepotisme  maka dilapangan  masih banyak  warga tidak  mampu belum  terdata, maka  Dinsos harus melihat  dari pengalaman sebelumnya dari penerima PKH dan BPNT yang tidak  mampu tidak  mendapatkan bantuan tersebut,” Ujar Dian Rahadian.

Sementara itu, dalam rapat tersebut di Hadiri oleh Unsur Forkopimda, Ketua MUI Kab. Cianjur Sekretaris Daerah Cianjur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, TNI, POLRI, Para OPD, POS DAN GIRO, BULOG, DKP, dan Forum RWRT Cianjur.

Bantuan sebesar Rp. 500.000/ RTM ( Rumah Tangga Miskin ) diberikan setiap bulan antara 2 sampai 4 bulan kedepan, Rp. 350.000 berupa beras, minyak, makanan kaleng, gula, terigu, mie instan, vitamin c dan telor, dan sisanya Rp. 150.000 berupa cash.

Menurut Pemprov Jabar ada enam kriteria RTM yang mendapatkan bantuan ini diantaranya adalah :

  1. Pekerja di bidang perdagangan dan jasa. 2. Pekerja di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan budidaya, dan tangkap. 3. Pekerja di bidang pariwisata. 4. Pekerja di bidang transportasi.
  2. Pekerja di bidang industri. Dan 6. Penduduk yang bekerja sebagai pemulung.

“Saya berharap kepada semua unsur yang terlibat dalam pembagian bantuan Pemprov Jabar ini, agar bisa bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, selama proses program bantuan rumah tangga miskin ini memantau dengan ketat pemadanan data berdasarkan DKTS 2020, supaya bantuan sosial pangan bisa tepat sasaran, merata, dan tidak ada warga yang menerima bantuan ganda . Serta sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat, bantuan tidak diberikan bagi penerima Kartu Sembako dan PKH yang selama ini rutin mendapatkan bantuan dari APBN (pemerintah pusat). “Ujar Bupati.

Lanjutnya pula, Saya berdoa semoga kita semua diberikan pertolongan oleh Allah dalam melalui ujian ini, selalu bersyukur, bersabar dan tawakkal serta selalu berharap hanya kepada Allah SWT, dan Allah memudahkan rezeki bagi kita dari jalan yang Allah ridhoi, Amiin.  (Die RR/HALLO CJR).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: