Penanganan Pengelolan Sampah, Limbah Berbahaya B3 Infeksius Covid 19 Terus Disosialisasikan.

HALLOCIANJUR – Cianjur.

Acara sosialisasi penanganan pengelolan sampah, limbah berbahaya B3 infeksius Covid 19 kerja sama antara kementrian KLHK dan komisi IV DPR RI, DR. Ir. Endang S Thohari DESS MS.c telah dilaksanakan dengan  ditanggapi  antusias oleh para peserta yang ikut pada kegiatan tersebut.

Maksud dan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tersebut, agar masyarakat dan pihak pihak yang  berkepentingan dapat menangani limbah B3 infeksius Covid 19  dengan  baik dan sesuai standar kesehatan dari  WHO.

Selain itu juga memberi  pemahaman kepada masyarakat agar ketika ada yang  mengisolasi mandiri dapat  menangani limbahnya secara prosedural  seperti yang sudah  di tetapkan oleh Mentri kesehatan.

Sementara itu, penurunan aktivitas manusia saat pandemi COVID-19 memberi dampak positif yakni kualitas udara di berbagai negara menjadi lebih baik. Namun, di sisi lain jumlah  limbah infeksius akibat peningkatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI memprediksi terdapat peningkatan 30 % limbah infeksius selama pandemi dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Limbah infeksius berdampak menularkan penyakit yang dapat mengganggu pelayanan kesehatan ke masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi dampak negatif dari limbah infeksius. maka dilaksanakan  sosialisasi penanganan pengelolan sampah, limbah berbahaya B3 infeksius Covid 19 kerja sama antara kementrian KLHK dan komisi IV DPR RI, DR. Ir. Endang S Thohari DESS MS.c

Seperti dalam Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) mengkategorikan limbah infeksius selain dari fasilitas pelayanan kesehatan. Kategori tersebut adalah limbah infeksius yang berasal dari rumah tangga yang terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) serta sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Berdasarkan penggolongan tersebut, sampah masker dan sarung tangan sekali pakai tidak hanya mencemari lingkungan namun dapat mengancam 300 ribu petugas persampahan yang bertugas di rumah-rumah warga dan 600 ribu pemulung.

“Perlu sosialisasi pengelolaan dengan standar tertentu agar tidak menimbulkan permasalahan baru  dan penanganan Pengelolan Sampah, Limbah  Berbahaya B3 Infeksius Covid 19  jelas  sangat diperlukan,” kata Aru Sopandi.   (Die RR).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: