Plt. Bupati Cianjur: Jangan Membuang Sampah ke Sungai

HALLOCIANJUR- Kadupandak.

Pesan tegas Plt. Bupati Cianjur H. Herman Suherman menyusul adanya informasi warga Kadupandak yang merasa kesal soal sampah. Sebab, ada oknum atau orang yang membuang sampah semabarang ke aliran sungai di wilayah Kadupandak, pelakunya diduga dua petugas kebersihan desa setempat.

Warga Kadupandak khawatir jika kebiasaan buruk ini yang akibatnya nanti akan merusak alam dan sungai tercemar.  Kasus ini pun akhirnya sampai ke Plt. Bupati Cianjur H. Herman Suherman dan langsung menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Kadupandak untuk mencari pelakunya.

Menurut sejumlah sumber, sampah-sampah ini bersumber dari rumah-rumah warga dan pasar di Kadupandak. Sampah biasa diangkut oleh petugas, namun entah kenapa pada hari itu dua petugas kebersihan desa dengan menggunakan sepeda motor roda tiga, namun membuangnya ke aliran sungai.

Warga tidak senang atas aksi tak terpuji tersebut. Sebab, jika kebiasaan buang sampai ke sungai akan berdampak buruk terhadap alam.

Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman mendengar kabar ini langsung menugaskan bawahannya untuk mencari dua orang atau pelaku yang diduga membuang sampah sembarangan. Herman akan menindak tegas pelaku pembuang sampah ini.

“Saya sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Kadupandak untuk mencari tahu, siapa orang tersebut yang membuang sampah dari cator (sepeda motor roda tiga) itu,” tegas H. Herman saat dihubungi, Selasa lalu.

Perbuatan demikian, kata Herman tidak mencontoh masyarakat.  “Membuang sampah asal-asalan berarti tidak menjaga kelestarian alam dan membuat aliran sungai tercemar,” ucapnya.

Menurut Herman, perbuatan demikian tidak patut dicontoh oleh masyarakat. “Seharusnya kita menjaga alam, bukan mencemari alam,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyanto menyebut pelaku pembuang sampah di Kadupandak diduga dilakukan oleh dua petugas kebersihan atau petugas dari desa. Kata dia, karena motor berbak terbuka itu kemungkinan bantuan pemerintah pusat, melalui aspirasi anggota DPR RI yang diberikan lagsung. “Motor hijau itu memang untuk penanganan sampah,” ujarnya.

Tahun lalu, sambung Sugeng, ada bantuan motor ke desa-desa melalui aspirasi dewan, warnanya hijau, untuk penanganan sampah di desa,” terang dia.

Dinas Lingkungan Hidup akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk memastikan dua oknum dan cator tersebut.  “Kami lekas koordinasi dengan pemerintah Kecamatan Kadupandak untuk mengklirkan masalah ini,” pungkasnya. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: