Santriawan-Santriawati Penghafal al-Qur’an 30 Juz di Kabupaten Cianjur Terus Bertambah

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Masyarakat muslim Kabupaten Cianjur harus bersyukur dan gembira karena para santri penghafal al-Qur’an terus bertambah dari tahun ke-tahun. Para santriawan-santriawati dari sejumlah tempat dan desa saat ini banyak yang hafal ayat-ayat suci al-Qur’an 30 juz.

Hal Ini berkat perhatian serius Pemkab Cianjur terhadap mereka yang semangat belajar menghafal al-Qur’an. Satu diantaranya dengan memberikan beasiswa kepada semua santriawan dan satriawati, meski saat ini dalam situasi pandemi.

Mereka yang mengembangkan hafiz al-Qur’an terlihat pada saat wisuda ke V, berjumlah 79 orang di Pendopo Pemkab Cianjur. Dan Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Pemkab Cianjur melalui Gerakan Penghafalan dan Pengkajian al-Qur’an (GP2Q).   Gerakan GP2Q ini hampir lima tahun terakhir digulirkan dan meluluskan hampir 600 santri hafiz al-Qur’an.

Menurut Ketua Harian GP2Q Kabupaten Cianjur, Yosef Umar, program tersebut sudah digulirkan sejak 2014. Mereka (para santri) yang lulus dikembalikan lagi ke masing-masing wilayah (domisili) untuk selanjutnya berkontribusi atau mengamalkan ilmunya kepada masyarakat.

“Mereka itu dikembalikan ke daerahnya untuk terus mengembangkan al-Qur’an,” ujar Yosef di sela-sela wisuda 79 santriawan/ti angkatan V Ponpes Tahfiz al-Qur’an Yayasan al-Muchtariah di Pendopo Cianjur.

Selama berada di pesantren, lanjut Yofef, itu selama dua tahun. Mengenai biaya ditanggung Pemkab Cianjur. “Jadi tidak membebani orangtua,” ujarnya.

Dikatakan Yosef, wisuda santri angkatan ke V tahun ini sebanyak 75 orang. Mereka terdiri dari 51 orang perempuan dan 28 orang laki-laki. Mereka ini sudah khatam al-Qur’an 30 juz. “Ada lagi santri laki-laki dan perempuan, 40 orang yang tengah menjalani program lanjutan. Cuma mereka baru khatam 15 juz atau baru 1 tahun,” terang Yosef.

Ia mengapresiasi tingginya animo kalangan remaja di Kabupaten Cianjur mengikuti program GP2Q. Buktinya, saat dibuka seleksi, yang mendaftar sebanyak 400 orang. Tapi jumlah peserta dibatasi hanya 200 orang, itu disebar di beberapa pondok pesantren,” tutur Yosef. (sa)

Dengan ini, sehingga Cianjur ke depan tidak lagi mengalami kekurangan imam masjid maupun guru mengngaji. “Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat,” harap Yosef.

Motivasi menghafal al-Qur’an:

Semoga para santri di Kabupaten Cianjur khususnya, dapat memanfaatkan setiap kesempatan, misalnya saat libur panjang ini, pada siang atau malam hari (membagi waktu aktivitas).

Berikan motivasi ke dalam otak kalian; karena menghafal al-Qur’an merupakan pekerjaan terpenting dalan hidupku. “Hafal al-Qur’an dapat mengubah hidupku, walau belum semuanya, aku dapat dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla, aku akan seperti Rasulullah saw. yang al-Qur’an merupakan kehidupan beliau.”

Motivasi itu memiliki pengaruh yang luar biasa dalam memudahkan proses menghafal. Jadikan al-Qur’an sebagai teman dan konsistenlah dalam menghafalnya. Dengan begitu, akan tumbuh hubungan khusus antara kita dan al-Qur’an.

Cara tersebut dapat membuat kita mencintai al-Qur’an dan membuat kita dapat menikmati hafalan al-Qur’an, di samping al-Qur’an menjadi penjaga hafalan.  Langkah ini dapat dimulai dengan mencari seorang teman yang dapat diajak menghafal al-Qur’an. Perbincangan dengan teman itu sebisa mungkin hanya seputar al-Qur’an dan berdzikir kepada Allah SWT. (sa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: