Polsek Agrabinta Amankan Terduga Pemerkosa

Laporan  Wartawan HalloCianjur: Sar  Dari Agrabinta

Kebijakan dalam bidang pariwisata di pantai Cianjur selatan seharusnya mengedepankan keamanan dan ketertiban. Selain itu, penjual minuman keras dan pil memabukkan di dekat pantai harus dicegahi karena bisa menjadi biang penyakit masyarakat. Oleh sebab itu, jika obyek wisata Cianjur selatan ingin ramai dari pengunjung, kondusif, dan aman harus bebas dari jualan minuman keras maupun pil teler.

Apalagi bentangan pantai selatan Cianjur yang merupakan sebagai tujuan wisata harus tertumpu pada keamanan dan ketertiban.

Terkait pantai dan kejadian yang memalukan, kini terjadi di Cianjur selatan. Pasalnya, sejumlah oknum remaja Agrabinta Cianjur selatan diamankan polisi setelah membawa seorang gadis (Bunga) 15 tahun ke pantai selatan. Di lokasi, para remaja diduga berbuat tak senonoh setelah meminum minuman beralkohol dan pil.

Para oknum remaja ini sudah diamankan Polisi Agrabinta karena diduga telah merusak masa depan Bunga. Para remaja nekad membawa Bunga, disebabkan terbawa arus pergaulan bebas dan pengaruh meminum minuman keras serta pil haram.

Menurut Polisi, semua pelaku ada delapan orang. Tujuh dari delapan pelaku berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Agrabinta. Sementara, satu orang lagi kabur alias masih buron.

Kasus ini sudah diteruskan ke Polres Cianjur. Para terduga pemerkosaan telah dilaporkan pihak keluarga Bunga. Dengan demikian, mereka telah mencoreng moreng nama daerah maupun keluarganya.

Usia tujuh orang terduga pelaku, kata Kapolsek Agrabinta, rata-rata di bawah umur dan hanya satu orang yang usinya sudah dewasa. Bunga, korban pemerkosaan kini mengalami trauma. Untuk lebih jelasnya berikut keterangan Kapolsek Agrabinta, AKP Ipid Saputra!

Jumat pagi, warga Cianjur selatan dikejutkan dengan kabar tak sedap dan malu. Pasalnya, oknum remaja/pemuda Agrabinta tega memperkosa gadis desa dengan cara dicekok minuman keras.

Warga Cisel ikut prihatin atas kabar tersebut lantaran korban mengalami trauma. Masa depan Bunga pun suram setelah peritiwa di kawasan pantai. Korban Bunga sempat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Agrabinta.

Kronologis peristiwa:

Peristiwa ini kata polisi, sebenarnya terjadi pada 15 Juli 2020 sore hari saat korban diajak salah seorang tersangka menghabiskan waktu di pinggir pantai selatan.

Tanpa curiga, korban mengiyakan dan pergi menggunakan sepeda motor. Di lokasi pantai, korban dikenalkan kepada beberapa orang remaja yang tengah mabuk minuman. Namun, dia mendapat ancaman dan dipaksa untuk ikut meneguk minuman beralkohol itu, sehingga pelecehan pun terjadi saat korban tidak dalam kondisi sadar.

Keesokan harinya, korban yang tak sadarkan diri ditemukan warga sekitar, lalu dibawa ke rumahnya. Karena korban kesakitan dan pusing lagi muntah darah. Pihak keluarga langsung membawa Bunga ke puskesmas terdekat.

Bunga mulai sadar dan bercerita kepada keluarganya tentang apa yang dialaminya. Akhirnya, pihak orang tua memutuskan untuk melaporkan kasus ini kepada kepolisian (Polsek Agrabinta).

Kapolsek Agrabinta Ipid Saputra menjelaskan, tujuh remaja itu telah diamankan karena sudah membawa gadis yang masih di bawah umur tanpa sepengetahuan orang tuanya dan diduga melakukan pelecehan seksual.

Kepada wartawan, Ipid mengungkapkan, petugas berusaha mendatangi rumah salah satu pelaku, lalu dikembangkan. Dari hasil pemeriksaan pada hari Rabu 15 Juli, pukul 18.00 WIB, korban dijemput oleh temannya SP dengan menggunakan sepeda motor dan setelah bertemu dengan temannya kemudian si korban dibawa ke warung dan dikasih minuman keras.

Petugas mengejar para pelaku dan berhasil diamankan. Kini, tujuh remaja harus berhadapan dengan hukum.  “Setelah ada informasi dimana pelaku, kemudian anggota langsung mendatangi rumah salah satu pelaku. Kemudian dikembangan dan mengamankan pelaku lainnya,” ungkap Kapolsek Agrabinta saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Kapolsek Agrabinta menyebutkan inisial para pelaku. DD, SP, ABD, DN, KP, YD, dan RN. Menurut Kapolsek, ada satu orang yang masih dicari, WD.  Polisi Agrabinta berjanji akan terus mengembangkan kasus ini, meski penanganannya telah dilimpahkan ke Polres Cianjur. “Penanganan kasus ini sudah dilimpahkan ke Polres Cianjur,” terang Ipid.

Jelasnya bahwa korban (Bunga) tega ditiinggalkan para pelaku di daerah Kampung Simpang Jambe, Desa Sukapura Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.  Menurut keterangan keluarga, anaknya diantarkan warga dalam keadaan tak sadarkan diri dan muntah. Dari situlah kasus ini kebuka, sehingga korban dirawat di Puskesmas Agrabinta dan dilaporkan ke Polsek Agrabinta. Kasus ini sudah ditangani Unit PPA Polres Cianjur. Termasuk tujuh terduga pemerkosaan sudah ditahan di Polres Cianjur. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: