Panen Padi di Cianjur Selatan: Kualitas Bagus Kuantitas Menurun karena Tikus

HALLO CIANJUR-Leles

Sejumlah petani di Desa Sindangsari Kecamatan Leles, Kab. Cianjur mulai melaksanakan panen padi meski ditengah efek wabah corona (Covid-19). Panen padi kedua (morekat, red) tahun 2020 seperti wilayah Leles memang tidak serentak, sebab bibit yang digunakan (ditanam) dalam hamparan sawah berbeda-beda. Ada bibit bagenit, impari, genep opat, pare lampung, si garut, ciherang jumbo, dan lainnya.

Beberapa petani kampung Cikananga Desa Sindangsari yang berhasil ditanya, yakni Apih Hadi (60), Aki Nurdin (64), dan Wa Mahfud (61). Mereka telah panen gabah menjelang akhir Juli 2020. Menurut mereka, kualitas padi saat ini lebih bagus dari panen awal, tapi jumlahnya menurun karena diserang hama tikus.

“Pare mah sae, beuneur, mung hasilna jadi kurang. Mun lahan sapatok meunang sa-kintal sa-tengah, wah jago. Soalna, panan nu kadua geus diganggu beurit (tikus),” kata Apih Hadi.

Aki Nurdin pun mengatakan hal yang sama. Ia mengaku baru menghasilkan setengah ton dari sejumlah tempat (sawah), di Padangsari dan di Jambe, karena belum semua panen. Menurut Aki, jika dibandingkan sebelumnya maka produksinya menurun.

“Alhamdulillah, nu penting Aki tiasa panen, sanaos ku hama,” ucapnya.

Sementara Wa Mahfud melakukan pemanenan padi dengan cara taridisional, menggunakan arit, melibatkan keluarga dan tetangga/buruh yang turun ke sawah.  “Abdi bangga ka tatanga anu ngiring turun ka sawah, panen pare sesa hama,” ucapnya.

Jadi, demi menjamin pemenuhan ketersediaan stok pangan dan hasil panen, para buruh potong padi bersama pemilik sawah tetap semangat kerja meski diterpa efek wabah Covid-19.

Pantauan di sawah Cikananga, para petani dan buruh agak kesulitan menjalankan instruksi pemerimtah untuk keluar rumah, karena mereka harus tetap mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Namun mereka tetap mengikuti langkah-langkah dan anjuran tetap hidup sehat dan menjaga jarak fisik. (Sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: