Petani Di Perdaya, Pupuk Makin Langka

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Pupuk subsidi jenis urea di hampir wilayah Kab. Cianjur alami kelangkaan, padahal  saat ini memasuki musim tanam setelah beberapa waktu lalu dilakukan percepatan tanam akibat kemarau. Kelangkaan ini membuat biaya yang harus dikeluarkan petani terancam membengkak, dan mereka terpaksa membeli pupuk nonsubsidi  sekalipun juga sulit.

Paisal (38) salah satu petani di Desa Kemang , Kabupaten Cianjur- Jawa Barat,  mengakui hal itu, bahwa di daerahnya mengalami kelangkaan pupuk subsidi jenis Urea dan ZA (Amonium Sulfat). Kelangkaan pupuk subsidi terjadi saay ini cukup0 parah.

“Pupuk subsidi urea maupun jenis ZA di sini kurang bahkan sudah tidak ada semenjak dua  bulan,” katanya, Minggu,13  September 2020.

Keluhan yang dirasakan oleh   petani  dirasakan juga sejumlah pedagang pupuk yang selama ini biasa menjual. Menurut para pedagangm sulit  bukan saja untuk menjual pupuk akan tetapi untuk belanja pun sangat sulit terlebih satelah diberlakukannya kartu petani.

Sementara  disebutkan sumber lain, yakni Advokat para petani yang akan mendampingi para petani dalam mendapatkan haknya, berupa bisa membeli pupuk subsidi seperti biasanya, kepada HALLO CIANJUR.Com menyebutkan para petani mengeluh dipersulitnya pembelian pupuk, karena harus make kartu petani yg di keluarkan Dinas Pertanian.

“Konon katanya selain sulit buat kartu itu pun pakai biaya, udah  memiliki kartu pertanian pun harus online buka Rekening di Bank Mandiri, sementara di Cianjur. Hanya dua toko yang bisa menjual pupuk yaitu H.Bety dan Johan,”kata Advokat Para Petani, H.Apip Iskandar, SH.MH.

Menurut H.Apip Iskandar, pupuk yang  biasa dibeli Petani pun jenis poska malah tidak ada di Toko, “Ada permainan apa ini, lagi wabah melanda petani di perdaya, hal ini harus betul betul  pemerintah & Wakil Rakyat turun tangan, “ujar H.Apip Iskandar bernada kesal.  ( Die RR/ WK/HALLCjr).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: