Dinas Pertanian PPH Kab. Cianjur Lambat Tangani Masalah Kelangkaan Pupuk

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Kelangkaan pupuk di Kabupaten Cianjur,  dinilai para petani akibat lambannya kinerja Dinas Pertanian,  Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur dalam pengajuan penambahan kuota pupuk ke provinsi. Padahal ketersediaan pupuk sudah diprediksi Dinas tersebut bakal habis pada bulan Agustus atau September.

Dewan kota sangat  menyesalkan  kepada  Dinas pertanian terkesan masa bodo atas nasib petani soal tidak  adanya subsidi pupuk. Harusnya  Distan peka dalam situasi pandemic covid19 ekonomi terpuruk salah satunya kaum petani.

“Pahal  Cianjur salah satu lumbung padi terbaiknya.  Dalam  situasi corono ekonomi morat marit petani harus  beli pupuk non subsidi ke agen agen dengan  harga sangat mahal, Dewan Kota menghimbau jagan menunggu bantuan pusat atau  bantuan lain tapi harus  segera melakukan langkah langkah  terbaik untuk menyelamatkan nasib petani,” Ujar Ketua Dewan Kota, Dian Rahadian saat menanggapi kelangkaan pupuk di Cianjur.

Ditandaskannya pula, apalagi sekarang  musim percepatan cocok tanam, dan apabila Distan berdiam diri Dewan Kota akan mengerahkan ratusan petani untuk melakukan unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan kepada  Distan yang  tidak  peduli nasib petani.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur yang diwakili Seksi Penyuluh, Deni Dadin S mengatakan bahwa  kelangkaan itu  terjadi karena kuota pupuk di Kabupaten  Cianjur yang biasanya mendapat 30.000  ton sampai dengan  35.000 ton per tahun,  saat ini berkurang jadi 25 000 ton untuk tahun ini. Perhitungan sampai Agustus.

“ Kusus urea dan SP. Kami sudah mengajukan alokasi melalui provinsi kita tinggal menunggu Dipa perubahan  cepat terealisasi untuk kebutuhasn petani  Cianjur.” Ujar Deni Dadin S

Disebutkannya juga, agen harga mahal  solusinya bertaninya petani menggunakan pupuk organik yang  mereka buat atau yang ada di pasaran. Pupuk subsidi juga non subdi dengan harganya berbeda.

“Memang dipasar ada pupuk urea   termasuk non subsidi,  masalah kelangkaan pupuk tidak saja di Cianjur, tetapi seluruh indonesia, kita juga sudah terus terusan mengusulkan melalui telpon melalui WA. Seperti itu berjenjang tidak bisa langsung ke kementan karena yang membagikan kuota adalah provinsi.” Ujar Deni Dadin S.     (Die RR/HALLOCjr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: