SDN Sugihmukti Ambruk, Bukti Mandulnya Pengawasan Fisik Dari Disdik Cianjur.

HALLO CIANJUR-Cikalong.

Ambruknya SDN Sugihmukti di Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Selasa (14/09), sekira pukul 17.07 WIB,  walau baru selang beberapa hari kejadiannya, namun reaksi di masyarakat mulai  bermunculan.

Sekalipun ambruknya  sekolah tersebut  diduga akibat pergeseran tanah. Selain itu juga karena gedung sekolahnya sudah lapuk dimakan usia. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa nahas tersebut. Namun kerugian akibat peristiwa tersebut, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti disampaikan Ketua Dewan Kota  (Dekot), Dian Rahadian pada HALLO CIANJUR, bahwa  kejadian ambruknya  sekolah merupakan bukti kwalitas fisik yang buruk yang tidak sesuai dengan  RAB selain itu  kemungkinan tidak ada kajian awal soal rencana lokasi, sehingga ditanah yang rentan pergeseranpun  dipaksakan dibangun. Sehingga jika demikian pengawasan dari Disdik mandul.

Disebutkannya pula, padahal  pemerintah pusat melaluii bantuan  DAK  begitu besar untuk pembangunan kelas baru dan rehab sekolah yang sudah tidak  layak.  “Dekot mencurigai sekolah bisa ambruk akibat diduga nilai proyek dikutif oknum minimal 30% per paket  bantuan  DAK untuk sekolah. disitulah terjadi indikasi koruptif oknum yang berakibatkan kwalitas bangunan sekolah ambruk.

Dijelaskannya pula, Dekot memandang  Dinas  pendidikan  harus  bertanggungjawab  sepenuhnya atas kejadian tersebut,  malah dinilainya  urusan  Disdik tidak  mampu mengelola dengan  baik apalagi kalau  beragam urusan di Cianjur yang begitu luas.

Kepala SDN Sugihmukti, Yusuf Ibrahim, S. Pd kepada wartawan  menjelaskan, jumlah siswa SDN Sugihmukti dari kelas I – Kls VI sebanyak 79 siswa. Sedangkan jumah tenaga pengajar sebanyak 6 orang plus Kepala Sekolah.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, pihaknya mengetahui ambruknya bangunan SDN Sugihmukti, berdasarkan informasi dari guru yang rumahnya tak jauh dari lingkungan SD. Diduga kuat, ambruknya bangunan SD itu akibat adanya pergeseran tanah. Karena di lingkungan sekolah sering terjadi pergeseran tanah. Sebab posisinya  berada di pegunungan.   (Die RR/HALLOCjr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: