Ruangan Di SD Sindangkarya –Bojongpicung Ambruk Pihak Sekolah Tak Peduli

HALLO CIANJUR-Bojongpicung.

Ambruknya  satu unit ruangan  SDN Sindangkarya, Kecamatan Bojongpicung, Kab. Cianjur sudah lama terbangkalai, malah warga menilai  pihak sekolah seolah olah tidak peduli  terhadap kondisi ruangan yang ambruk tersebut.

Anehnya, Kepala Sekolah tersebut  tidak pernah  mengajak melakukan upaya musyawarah dengan  para orang tua murid, yang intinya  membahas soal penanganan ruangan yang ambruk tersebut. Semisal upaya membereskan bahan  bahan material ruangan yang ambruk.

Ketika  HALLO CIANJUR.Com akan  konfirmasi  kepada Kepala Sekolah SDN Sindangkarya,  yang bersangkutan sudah pulang. Namun  diperoleh keterangan dari Komite Sekolah SDN Sindangkarya, Asep Sulaeman bahwa  pihaknya membenarkan saru unit ruangan di SD tersebut ambruk sudah lama.

“Memang  benar  ada satu ruangan sekolah yang ambruk, itu sudah lama terjadi dan kondisinya masih tetap seperti itu,” ujar Komite Sekolah  SDN Sindangkarya, Asep Sulaeman  saat dihubungi di SD Sindangkarya.

Menanggapi ambruknya saru ruangan di SDN Sindangkerta,  Ketua Dewan Kota  (Dekot), Dian Rahadian  menyebutkan  preseden buruk yang berulang ulang bagi wajah Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, dimana  alokasi 20 % untuk POS APBN salah satu untuk Dana Alokasi Pendidikan / DAK untuk membangun sekolah baru dan renovasi bangunan baru.

“Ini salah satu ketidak mampuan menata kinerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, kalo  leader kredibel dan berintegritas insyaallah tidak akan terjadi seperti begitu .Dan Dinas Pendidikan PR bersama karena akut dugaan praktek koruptif dari hulu sampe ke hilir ini segera harus dibenahi,” ujar Dian Rahadian.

Menurutnya, tidak ada skala prioritas bangunan sekolah yang rusak diutamakan malah  sebalikny yang dekat t oknum diprioritaskeun karena indikasi adanya fee dari nilai pagu bangunan Dan akhirnya dijadikan bangunan yang mendapatkan DAK.

“.Kemudian kwalitas dibawah standar membangun asal asalan  tidak  sesuau RAB akibat potongan dari oknun bawah sampai ke atas pada akhirnya kwalitas bangunan tidak  layak/kwalitas berati cepatnya rusak dan hancur.  Menurut saya  lucu mengurus sekolah rusak sudah tak mampu bagaimana mengurus pendopo permasalahannya sangat komplek,” tandas Dian.

(Die RR/HALLOCjr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: