Pengurus Tanah Wakaf R.Siti Bodedar Kecewa, Pelaksana Proyek Kotaku Tidak Minta Izin

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Sejumlah ulama yang  saat ini menjadi pengurus tanah wakaf R.Siti Bodedar di Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur  berang, soalnya tanah wakaf yang ada di seberang jalan Arif  Rahman Hakim tersebut dijadikan lokasi proyek kotaku dengan tidak ada izin dari pihak nadir.

Padahal  pihak Kelurahan Muka  maupun dari pihak Kecamatan Cianjur, sampai berita ini ditulis belum meminta izin dari pihak Mesjid Agung. Sementara lokasi tanah wakaf tersebut sudah dijadikan salah satu bagian lokasi yang dipakai pelaksanaan proyek kotakku untuk di Kab. Cianjur sekalipun izin belum ada.

“Itu mah gasab,  tanah wakaf tidak bisa sembarangan diambil atau dipakai, dan itu ada nadirnya, peruntukannya bukan untuk itu,” ujar salah seorang pengurus mesjid Agung Cianjur yang enggan disebut namanya  ketika dikonfirmasi HALLO CIANJUR.Com, Senin (5/10).

Pihak Mesjid Agung meminta, agar  pihak pihak terkait dalam pengerjaan  proyek di atas lahan  wakaf  tersebut segera dihentikan sampai izin izin nya ada. Atau ada kesepakatan soal kegiatan diatas lahan wakaf tersebut.

Sementara Lurah Muka,  Sopyan Saori, SIP  ketika dikonfirmasi membenarkan di lahan wakaf R.Siti Bodedar tersebut ada pekerjaan program pembuatan jalan paving block  dan pembuatan drainase dalam program kotaku atas permintaan warga di RW 17.

“Itu memang kehilapan kami,  tadinya  kita pikir  yang memilikinya lembaga yayasan mesjid agung, saya tidak menyalahkan siapa pun dengan adanya ini, Kami kami lah yang Pede, dengan musyawarah, usulan dari warga warga,  dan  saking polosnya membangun jalan dengan paving block serta membuat drainase di tanah wakaf tersebut tidak akan apa apa, ini kehilapan,” ujar Lurah Muka, Sopyan Saori.

Tetapi pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut, meskipun apa pun nanti keputusannya.   (Die RR/HALLOCjr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: