Survive Belajar Siswa di Era Pandemi covid-19

HALLOCIANJUR-Cianjur.

Dalam lawatannya ke berbagai sekolah, Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur (DPKC) menemukan beberapa pernak pernik model pembelajaran, dari mulai Dalam Jaringan (Daring), Luar Jaringan (Luring) dan kombinasi Daring Luring.

 

Sungguh luar biasa pengorbanan para pihak untuk keberlangsungan pembelajaran di era pandemi covid-19, dari mulai siswa, guru, kepala sekolah, pengawas, orang tua, dewan pendidikan, komite sekolah dan stakeholder lainnya berjibaku untuk melakukan proses Kegiatan Belajar Mengajar tetap berjalan.

“Di semua model (Daring, Luring, kombinasi) banyak kekurangan dan kelebihannya. Dalam pembelajaran model Daring, kelebihannya serba simple, akan  tetapi kekurangannya juga ada seperti ketersediaan HP Android, Quota, Sinyal, konten pembelajaran yang terkadang membosankan siswa dan guru dan kering keterpaduan hati antara guru dengan siswa karena tidak dilaksanakan secara tatap muka langsung.” Ujar ketua  Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur (DPKC) U.Awaludin. S.Ag.MH  ketika dihubungi  Minggu  (1/11).

Disebutkan Ketua DPKC, adapun kelebihan luring dapat mengetahui kondisi sosio ekonomi dan psikologis siswa dan orang tua siswa. Adapun kekurangannya seperti soal jarak tempuh dari sekolah ke lokasi alamat anak didik, waktu yang banyak terbuang karena jarak tempuh yang lama, ketika di lokasi siswa belum kumpul, kendala geografis, kendala cuaca dan lainnya. Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur sangat mengagumi model “survive belajar di masa pandemi covid-19 ini masih bisa berlangsung” ditengah-tengah keterbatasan.

“ Saya atas nama ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur agar segera dibuka pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang sudah siap berbagai halnya  diantaranya soal protokol kesehatan dan izin orangtua dan gugus tugas covid-19,  dan berada di zona hijau atau kuning yang diperbolehkan belajar tatap muka sesuai arahan menteri pendidikan.” Ujarnya.

Selanjutnya diharapkan Awaludin  bahwa  gugus tugas covid-19 kabupaten Cianjur bisa memberikan rekomendasi pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang sudah siap segala sesuatunya, walaupun hari ini dalam pantauan DPKC sudah ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan beberapa pendekatan dan beberapa model.   (Wawan Kusmiran).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: