Orang Tua Murid SD di Cianjur Ingin Segera Sekolah Tatap Muka Langsung

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Para orang tua murid Sekolah Dasar (SD) di Kab. Cianjur, baru lalu menedesak agar pemerintah Kab. Cianjur segera memberlakukan belajar secara tatap muka langsung. Seperti disampaikan ke pihak Dewan Pendidikan Kab. Cianjur.

Ketika dihubungi  Kabid SD, Dinas Pendidikan Kab.Cianjur, H.Sukirman S.Pd. MM.Pd  menjelaskan   tidak bermaksud untuk melampaui batas pimpinannya. Karena kewenangannya  terkait dengan proses pembelajaran di Kabupaten Cianjur di masa pandemi ini. Dan yang berhak memberlakukan proses pembelajaran tatap muka atas petunjuk dari tim gugus covid 19.

Menurutnya,  yang menjadi dasar satu surat  edaran  nomor 4 Tahun 2020. Yang kedua franchise-nya nomor 15 Tahun 2020 . Yang ketiga keputusan bersama empat menteri Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan, Kementerian Agama. Yang keempatnya surat dari Pak Bupati Cianjur nomor 38 dan 37.

“ Terkait pembelajaran tahun pelajaran baru 2020/2021  di masa pandemi covid 19. Di masa pandemi covid ini ada tiga Pembelajaran di Cianjur yang pertama mulai daring.  Yang kedua melalui luring. Yang ketiga melalui kombinasi daring dan luring. “ kata Kabid SD, Dinas Pendidikan Kab.Cianjur, H.Sukirman S.Pd. MM.Pd .

Lanjutnya,  semua sudah disampaikan dan sampai saat ini masih berlaku. Kemudian Sebagai upaya,  khususnya di sekolah dasar, mulai tanggal  1 Oktober, pembelajaran melalui radio Sturada, seratus tujuh koma tiga FM.  Cianjur.

Jadwalnya sudah ada, programnya sudah dilaksanakan, sekarang sedang berlangsu  dan dalam tahap berikutnya  sedang melakukan evaluasi efektif dan tidak efektif. Yang jelas itu solusi dalam masa pandemi. Untuk jadwal kelas satu hari Senin Dan kelas dua, hari Senin, hari Selasa kelas tiga kelas empat, hari Rabu kelas lima, hari Kamis kelas enam.

Untuk proses pembelajaran di radio tenaga pengajarnya  merekrut guru-guru yang dianggap mumpuni dalam menyampaikan proses belajar.  Kemudian yang terkait dengan daring karena keterbatasan Jaringan.

“ Itu tidak semuanya juga bisa melakukan melalui daring terkecuali sekolah-sekolah yang memang  sarananya memenuhi. Contoh SD  Islam Kreatif. Itu pun dengan kemampuan orang tua. Apabila anaknya tidak memiliki HP kalaupun anak tidak menyikapi barangkali solusinya dengan belajar luring, ” ujarnya.   (Dian Rahadian/HALLOCjr).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: