Catatan Demo Buruh di Cianjur Jilid II, Buruh Merasa Dihianati.

Hallo Cianjur-Cianjur.

Ketika buruh unjuk rasa tanggal 6,7 dan 8, buruh diterima oleh Bupati. Waktu itu serikat pekerja audensi dengan Bupati akhirnya Bupati mau mengakomodir aspirasi buruh se-Kabupaten Cianjur. Sehingga Bupati berjanji akan keluarkan rekomendasi sebesar delapan persen (8%).
Cuman karena di Cianjur ada dewan pengupahan, walaupun dewan pengupahannya gaib yang diketuai oleh Kepala Disnaker mereka mengeluarkan lagi direkomendasi kosong persen. Dan ditandatangani juga oleh Bupati dan direkomendasikan ke provinsi
Seperti disebutkan Asep Saepul Malik S.Sos Ketua FSPMI-KSPI CIANJUR bahwa ada dua rekomendasi dari aspirasi serikat pekerja dan dewan pengumpahan yang diketuai oleh Kadisnaker.


” Maka kami menuntut kembali untuk dicabut SK yang dikeluarkan oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Cianjur. Karena menurut kami, Dewan Pengupahan di Kabupaten Cianjur, cacat formil. Mewakili pekerja di Kabupaten Cianjur, terkesan dewan pengupahan di Kabupaten Cianjur adalah rekayasa,” ujar Asep Saepul Malik.
Akhirnya Buruh audiensi kembali di pendopo dengan pak bupati. Dan pak bupati mencabut dua rekomendasi itu dan mengeluarkan rekomendasi baru SAR delapan persen
dengan dicabutnya dua rekomendasi yang baru yang dari aspirasi pekerja dan dari dewan pengupahan sehingga keluar rekomendasi baru yang terakhir pada tanggal 18 dengan merekomendasikan kenaikan upah delapan persen
” Tiba-tiba pada tanggal 20 kita dan semua buruh di Provinsi Jawa Barat kecolongan. Pak bupati mengeluarkan lagi rekomendasi klarifikasi mengakomodir kenaikan upah sebesar kosong persen.” Ujarnya.
DItegaskannya ini merupakan bentuk skenario yang hebat menurut serikat pekerja. Kenapa di tanggal 20 ada rekomendasi klarifikasi itu ulah siapa?
“Dan hebat menurut kami skenario ini, kita serikat pekerja di Kabupaten Cianjur khususnya juga di Provinsi Kecolongan dengan surat rekomendasi terakhir yang dikeluarkan oleh pak bupati. Ini bentuk pengkhianatan terhadap pekerja di Kabupaten Cianjur. Prinsipnya kita akan melawan terus dan bergerak terus,” tandasnya.
Kita akan rapat di Aliansi Buruh Jawa Barat karena Cianjur yang merasa dihiana nanti paling kencang seperti apa petunjuk dari Aliansi Buruh Jawa Barat prinsipnya kami punya pimpinan di Jawa Barat
Dan beberapa waktu lalu buruh bergerak kembali unjuk rasa sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan terhadap pekerja di Kabupaten Cianjur
“Padahal nyata-nyata saya dari dua ribu sebelas sebagai pertama penggerak buruh di Cianjur enggak pernah jelas itu dewan pengupahan” ujar Asep.
Di Cianjur terkesan bahwa dewan pengupahan hanya skenario para pengusaha dan dinas tenaga kerja. Dengan demo jilid 2 buruh menunggu keadilan yang benar benar berpihak kepada buruh.
(Dian Rahadian/Hallo Cianjur).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: