admin

Nenden Raspati Rohaniawati : Mengolah Sampah Jadi Bernilai Tinggi

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Sampah tidak selamanya menjijikan, ternyata sampah diolah bisa bernilai dan manfaat bagi kehidupan. Hal demikian sudah dibuktikan dengan  alat daur ulang sampah organik 120C, yang  resmi diluncurkan di komplek Gading Asri, -Bojong Kecamatan Karangtengah.

Menurut Koordinator Project 120C, Nenden Raspati R, SH,  target  pengolahan sampah dengan  TTG 12OC ddapat  dilakukan di lingkungan tingkat RT, sehingga dampak positif yang diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran.

Disebutan , Nenden Raspati R, SH,  Alat pengolahan atau daur ulang sampah organik dan anorganik 120C, yang menggunakan bahan dasar lokal, dan berfungsi menghasilkan carbon aktif sebagai bahan bakar alternatif (briket), juga bisa untuk perawatan kulit charcoal masker, lulur dan lainnya. Juga sabun batang charcoa.

“ Sampah diolah bermanfaat sebagai  engergi  alternatif mengatasi naiknya harga gas untuk  kebutuhan rumah tangga sehari hari, atau untuk  keperluan bahan bakar di pabrik pabrik, seperti di pabrik  tahu atau tempe dan lainnya,” ujar Nenden.

Pengelolaan sampah yang ada di sekitar kita itu menggunakan tekhnologi tinggi. Pihaknya akan mencoba menginisiasi bagaimana caranya agar pengelolaan sampah yang ada di kita bisa di kelola secara langsung oleh masyarakat.

Tentunya dari dasar pemikiran seperti itu berarti kita harus menggunakan tekhnologi tepat guna yang menggunakan manufaktur yang bisa didapat secara mudah, artinya produk lokal, dan alatnya bisa di fungsikan oleh masyarakat secara langsung

“ Aroma briket dapat  dimodifikasi sesuai request, terutama untuk  konsumen yang menginginkan aroma tertentu (daun pandan, suji, sirih),”ujarnya

Dijelaskannya pula,  Charcoal yang  diolah jadi black mask kedepannya bisa mmbuka peluang usaha salon untuk Ibu ibu, bahkan  kalau  produksi charcoal sudah mencapai 5 ton per bulan, ini dapat memenuhi requeast PT Unilever,  Untuk bahan  dasar  pasta gigi dan sabun cuci piring/sendok.

Sementara itu, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Yudi Pratidi, ST, MM saat dihubungi Hallocianjur.Com  menyambut baik dengan adanya alat 120C, karena dirasa dapat membantu DLH dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan sampah.

(Die RR/HALLOCjr).

 

Warga Desa Campaka Mulya Giat Cegah Penyebaran Covid-19

HALLO CIANJUR- Cianjur

Pendirian Posko isolasi lokal  di Kampung Kebon Kawung, Desa Campaka Warna, Kecamatan Campaka Mulya, menunjukan keseriusan warga dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan  Desa Campaka Warna yang bekerjasama dengan pihak Koramil, Polsek, Kecamatan Campaka Mulya dan pihak desa serta sejumlah ormas setempat.

“Dari  beberapa bulan lalu  kita sudah  bergerak, dan sekarangpun masih keliling pemantauan penangana pencegahan covid di tiap wilayah yang  ada di desa ini,” ujar  Ace, salah seorang petugas di Posko yang ada di Kebon Kawung.

Menurut Ace kegiatan pemantauan lebih di fokuskan di Posko, dimana setiap pendatang atau kendaraan yang lewat menuju Campaka Warna atau Kecamatan Campaka Mulya Via Kebon Kawung selalu diperiksa.  Termasuk suhu tubuh yang bersangkutan.

“Selain itu, upaya kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan desa ini khususnya, kita  dipersiapkan alat-alat IR Scan untuk mendeteksi tubuh disaat para pendatang masuk ke wilayah ini,” kata  Ace.

Dijelaskan pula Nanang, petugas lainnya saat ditemui ditempat yang sama ,   perihal Pelaksanaan Social Distancing Di Lingkungannya, sebagai salah satu langkah responsive untuk mengatasi dampak covid di tiap wilayah yang  ada di desanya, membantu pula pada sektor    ekonomi dan kelangsungan usaha ditinjau dari aspek kesehatan bagi warga Desa Campakawarna.

“Beberapa desa  lain yang ada di Cianjur pun melakukan hal yang sama, dengan melakukan penyemprotan desinfektan dan mengukur suhu tubuh  para pendatang, “ujar  Nanang.

(Die RR-  HALLO Cjr).

Ketua Baznas Cianjur Berikan Bantuan, Diterima Langsung Plt. Bupati Cianjur. H Herman Suherman

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, H. Yosep Umar  telah menyerahkan beragam bantuan berupa barang yang secara simbolis diserah terimakan di Pendopo. Dan bantuan tersebut langsung diterima Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman.

“Hari ini saya menerima Kepala Baznas Cianjur, H Yosep Umar yang memberikan sejumlah bantuan sebagai bentuk pencegahan penularan Covid 19 di Kabupaten Cianjur, di Pendopo Cianjur.” Ujar Bupati Cuanjurm H. Herman Suherman.

Disebutkan Bupati, bantuan dari Baznas diantaranya adalah, 20 Wastafel Fortable yang akan diletakan di tempat-tempat umum, 1500 masker, 1500 hand sanitizer dan 2500 sajadah yang akan di sebar ke beberapa masjid yang ada di Kabupaten Cianjur, dan memberikan bantuan santunan untuk anak yatim dan bantuan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

“Mari Kita sama-sama melawan pandemi ini dengan cara di rumah saja, jaga kesehatan. Jika harus keluar rumah juga terapkan physical distancing, pakai masker dan sering cuci tangan. Kita banyak-banyak berdoa semoga pandemi ini segera berakhir.”ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, H. Yosep Umar melalui Wakil Ketua IV Baznas. H. Hilman Saukani, menjelaskan  bantuan  berupa  barang diantaranya adalah, 20 Wastafel Fortable yang akan diletakan di tempat-tempat umum, 1500 masker, 1500 hand sanitizer dan 2500 sajadah yang akan di sebar ke beberapa masjid yang ada di Kabupaten Cianjur, dan memberikan bantuan santunan untuk anak yatim dan bantuan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

“Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabulaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan bantuan tersebut  sebagai bentuk pencegahan penularan Covid 19 di Kabupaten Cianjur,” ujar H. Hilam Saukani.  (Wawan Kusmiran/ HALLOCjr).

Pendataan Penerima Bantuan Harus Cermat

HALLO CAINJUR- Cianjur

Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, telah  memimpin rapat koordinasi persiapan penyaluran bantuan Gubernur Jawa Barat bagi Rumah Tangga Miskin Terdampak Covid 19 dan persiapan Sambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H di Bale Praja.

Mengomentari kegiatan tersebut, Ketua Dewan Kota, Dian Rahadian menyebutkan  untuk penerima bantuan, Dinsos harus cermat dan melakukan kroscek ke lapangan  kembali.  Terutama data dari usulan dari RT Melalui Desa dan kecamatan.

“Karena ditenggarai berbau nepotisme  maka dilapangan  masih banyak  warga tidak  mampu belum  terdata, maka  Dinsos harus melihat  dari pengalaman sebelumnya dari penerima PKH dan BPNT yang tidak  mampu tidak  mendapatkan bantuan tersebut,” Ujar Dian Rahadian.

Sementara itu, dalam rapat tersebut di Hadiri oleh Unsur Forkopimda, Ketua MUI Kab. Cianjur Sekretaris Daerah Cianjur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, TNI, POLRI, Para OPD, POS DAN GIRO, BULOG, DKP, dan Forum RWRT Cianjur.

Bantuan sebesar Rp. 500.000/ RTM ( Rumah Tangga Miskin ) diberikan setiap bulan antara 2 sampai 4 bulan kedepan, Rp. 350.000 berupa beras, minyak, makanan kaleng, gula, terigu, mie instan, vitamin c dan telor, dan sisanya Rp. 150.000 berupa cash.

Menurut Pemprov Jabar ada enam kriteria RTM yang mendapatkan bantuan ini diantaranya adalah :

  1. Pekerja di bidang perdagangan dan jasa. 2. Pekerja di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan budidaya, dan tangkap. 3. Pekerja di bidang pariwisata. 4. Pekerja di bidang transportasi.
  2. Pekerja di bidang industri. Dan 6. Penduduk yang bekerja sebagai pemulung.

“Saya berharap kepada semua unsur yang terlibat dalam pembagian bantuan Pemprov Jabar ini, agar bisa bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, selama proses program bantuan rumah tangga miskin ini memantau dengan ketat pemadanan data berdasarkan DKTS 2020, supaya bantuan sosial pangan bisa tepat sasaran, merata, dan tidak ada warga yang menerima bantuan ganda . Serta sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat, bantuan tidak diberikan bagi penerima Kartu Sembako dan PKH yang selama ini rutin mendapatkan bantuan dari APBN (pemerintah pusat). “Ujar Bupati.

Lanjutnya pula, Saya berdoa semoga kita semua diberikan pertolongan oleh Allah dalam melalui ujian ini, selalu bersyukur, bersabar dan tawakkal serta selalu berharap hanya kepada Allah SWT, dan Allah memudahkan rezeki bagi kita dari jalan yang Allah ridhoi, Amiin.  (Die RR/HALLO CJR).

 

 

Pemkab Cianjur Tentukan Pelaksanaan Kewajiban ZIS

HALLO  CIANJUR- Cianjur.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur,  dengan edaran surat nomor 450/2587/Kesra/2020 perihal pelaksanaan kewajiban Zakat, Infak, Sedekah/ DSKL  dan harga perkulak zakat fitrah tahun 2020  M/1441 H.

Menurut Plt. Bupati Cianjur, H. Herman Suherman bahwa pelaksanaan kewajiban zakat yang ditetapkan dengan uang khususnya utnuk ASN/TNI/POLRI di kabupaten Cianjur, dilaksanakan melalui penghasilan yang diterima pada bulan Ramadhan 1441 H. Dengan ketentuan harga sebesar Rp. 30.000,00 dan Rp 40.000,00 atau dengan beras yang biasa dikonsumsinya sebanyak 1 (satu) kulak.

Zakat fitrah ASN/TNI/POLRI dapat dibayarkan melalui unit pengumpulan zakat (UPZ)Dinas, Badan, Lembaga, Kantor/Instansi, Perangkat Daerah, BUMN/BUMD masing-masing pada saat penerimaan gaji bulan Mei 2020.

Zakat fitrah masyarakat umum dibayarkan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di DKM/RW/Madrasah/Sekolah, Pembayaran diharapkan dengan uang sesuai dengan nilai harga beras yang biasa di konsumsinya.

Zakat Mal

Nishab Zakat (ketentuan batas minimal wajib zakat) Mal/Profesi/Penghasilan/Gaji yaitu senilai 85 gram Emas Murni, maka wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2,3% dan dibayarkan melalui UPZ (Unit Pengumpulan Zakat) Dinas, Badan, Lembaga, Kantor/Instansi, Perangkat Daerah, BUMN/BUMD dan kecamatan atau ke BAZNAS Kabupaten baik satu kali setahun atau dapat dilaksanakan setiap menerima penghasilan (gaji, honor, tunjangan,dsb).

Apabila ASN/TNI/POLRI, Pengusaha dan Masyarakat Umum yang memiliki kekayaan sebagaimana tercantum dalam Tabel Zakat yang dikeluarkan oleh peraturan Mentri Agama Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2014 Tentang Syarat Dan Tata Cara Perhitungan Zakat Mal serta Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif, agar menunaikan kewajiban zakatnya melalui BAZNAS / UPZ sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Bagi ASN/TNI/POLRI yang belum mencapai nishab atau memperoleh penghasilankurang dari 85 gram Emas Murni, dianjurkan untuk mengeluarkan infak bulanan melalui BAZNAS/UPZ masing – masing dengan ketentuan sebagai berikut :  Golongan I    Rp   10.000,-/bulan,  Golongan II Rp                               20.000,-/bulan,  Golongan III      Rp   30.000,-/bulan dan  Golongan IV      Rp                               60.000,-/bulan,” ujarnya.   (Wawan Kusmiran)

 

UPZ Terima Bantuan Dari Baznas Cianjur Untuk Disalurkan Ke Warga

HALLO CIANJUR-Karangtengah

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur  telah mengalokasikan dana sebesar 800 juta yang  disalurkan dalam bentuk bantuan melalui Unit Pelayanan Zakat (UPZ) di tiap Kecamatan se-Kabupaten Cianjur.

Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, Yosep Umar melalui Wakil Ketua IV Baznas. H. Hilman Saukani, menjelaskan  babntuan  berupa   tebar sembako sebanyak 7.000 paket, disamping itu pula Baznas menyalurkan bantuan dalam bentuk Hand soap dan hand sanitizer.  1500 masker dan    20 buah wastafel. Dengan pendistribusian nya disalurkan  melalui UPZ Kecamatan

“Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabulaten Cianjur, Jawa Barat, menebarkan 7.000 paket sembako untuk warga yang terdampak Covid – 19 atau Corona.”ujar H. Hilam Saukani.

Dikemukakannya pula , penebaran sembako sebagai  bentuk  kepedulian  terhadap  masyatakat Kabupaten Cianjur yang sedang dalam kondisi pandemic Covid 19.  Untuk itu,  Baznas  mengalokasikan dana sebesar Rp. 00 juta yang akan disalurkan dalam bentuk bantuan berupa  : Tebar sembako sebanyak 7.000 paket.

“Disammping itu, Baznas menyalurkan bantuan dalam bentuk  hand soap dan hand sanitizer, 1500 masker, .20 buah wastafel,”ujar H. Hilman Saukani.   (Wawan Kusmiran-HALLO Cjr).

 

Pemkab Cianjur Terus Lindungi Buruh

HALLO  CIANJUR- Cianjur.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, terus memberikan  perlindungan  terhadap para buruh.  Dengan beragam upaya yang salah satunya pemantauan langsung ke pabrik pabrik yang ada di Cianjur.

“Dari Pebruari kita sudah  bergerak, dan sekarangpun masih keliling monev perusahaan perusahaan untuk pemantauan penangana pencegahan covid di perusahaan perusahaan,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo  bahwa permohonan agar Bupati menerbitkan surat kepada dunia usaha untuk meliburkan  pekerja/buruh dengan langkah menghentikan seluruh kegiatan / aktivitas produksi dan  menutup fasilitas operasional (Penghentian Total) belum dapat dilakukan sepanjang wilayahnya  tidak ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Menteri Kesehatan.

“Selain itu, upaya Disnaker dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pabrik yakni menginstruksikan perusahaan menjalankan SOP pencegahan yang benar. Di Pou Yuen dipersiapkan alat-alat IR Scan untuk mendeteksi tubuh disaat para karyawan akan masuk ke pabrik,” katanya.

Dijelaskannya pula,  permohonan agar Bupati menerbitkan surat kepada dunia usaha guna mengurangi kegiatan sampai batas minimal (jumlah karyawan/waktu kegiatan) pada dasarnya telah dipenuhi melalui Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor 443.1/2291/Disnakertrans/2020 Tanggal 2  April 2020 Perihal Pelaksanaan Social Distancing Di Lingkungan Perusahaan, sebagai salah satu langkah responsive untuk mengatasi dampak ekonomi dan kelangsungan usaha ditinjau dari aspek kesehatan, keuangan perusahaan dan pekerja itu sendiri, dan pengimplementasian social distancing di perusahaan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan antara pekerja dan pihak  pengusahan.

Ditambahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab. Cianjur,  aturan mengenai pengupahan bagi pekerja yang terdampak Covid 19 telah diuraikan  dalam Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/3/HK.04/III/2020  Tentang Perlindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan  Penanggulangan Covid-19.

“Beberapa pabrik besar lain yang ada di Cianjur pun melakukan hal yang sama, dengan melakukan penyemprotan desinfektan dan mengukur suhu tubuh karyawan.  Di Pabrik kan ada aturan sendiri jadi memang tidak libur, tapi tetap kita pantau, “ujar Heri  Suparjo.  (Di  R-  HALLO Cjr).

 

Dewan Kota Minta Bank BJB Tangguhkan Angsuran ASN dan Pensiunan

HALLO  CIANJUR- Cianjur.

Ketua Dewan Kota,  Dian Rahadian berharap Gubernur Jabar segera  meminta dilakukannya  penangguhan kredit  Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan di Bank  BJB. Hal tersebut setelah banyak keluhan dan kekecewaan ASN dan Pensiunan  di Kabupaten Cianjur atas tidak adanya penangungan angsuran kredit.

“Pada dasarnya ASN+ pensiunan saat ini terkena  juga dampak covid 19, maka  Bank Jabar harus  ada kebijakan dan rasa empati  kepada  mereka  dalam  situasi wabah covid corona. Maka BJB jangan terus  mengejar provite, tapi BJB harus toleran,” ujar Dian Rahadian.

Disebutkannya,  ASN dan pensiunan costumer BJB  yang  paling setia, serta peminjaman kredit mereka larinya ke BJB, hampir 90% ASN dan pensiunan SK Ada di Bank Jabar, maka Bank BJB kepemilikan provinsi jabar, sehingga cukup beralasan  melalui Gubernur Jabar, Ridwan Kamil  untuk meminta segera kepada BJB segera  melakukan penangguhan kredit tersebut.

“ Mereka tiap bulan gajih dipotong oleh  BJB, kalo  ada penundaan minimal 3 bulan gajih dikembalikan kepada  ASN dan pensiunan sebagai  bekal hidup sehari hari selama ada penyebaran  corona,” ujarnya.

Dian  mengatakan, penundaan tagihan kredit ini diminta karena mengingatkan saat ini masyarakat banyak yang tidak bisa bekerja guna dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, kata Dian , masyarakat juga sedang dihadapkan dengan tingginya harga kebutuhan pangan. Karena itu diharapkan pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya di  Cianjur  mempertimbangkan dan mengambil langkah cepat.

“Saya juga akan memohon  ke Gubernur  untuk segera menyurati bank, duduk bersama mencari solusi terkait penundaan pembayaran kredit bagi ASN dan Pensiunan” ujarnya.

Dian  menuturkan, permintaan dirinya juga memiliki dasar kuat, yaitu adanya instruksi dari Presiden Jokowi bahwa pemerintah telah meminta lembaga perbankan dan non perbankan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun. Khususnya yang punya nilai kredit dibawah Rp 10 miliar.

“Jadi sudah seharusnya perbankan mengambil langkah cepat menjalankan instruksi presiden dan mengeluarkan peraturan penundaan pembayaran kredit tersebut,”  Kata  Dian,

(Die RR HALLO Cjr).

Para Kepala Desa Dilantik Bupati, Warga Ucapkan Selamat

Ucapan selamat dari Dewan Kota.

 

Ucapan selamat dari BMT IM

 

 

Ucapan selamat dari  Gilar Budi Raharja

 

 

Ucapan selamat dari Pemdes Kemang

 

 

Ucapan selamat dari Pemdes Karangwangi

 

 

.Ucapan selamat dari Tim sukses dan Relawan AJS

 

 

Ucapan selamat dari RW 06

Ucapan Selamat Dari Kelompok Makmur Tani

 

Plt Bupati Cianjur H. Herman Suherman Jelaskan Soal Lahan Pemakaman.

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Dianggap belum adanya kejelasan soal penyediaan lahan  pemakaman bagi yang meninggal akibat Covid 19, sehingga menimbulkan beragam tanggapan di medsos, beberapa waktu lalu  langsung direspon Plt  Bupati Cianjur H. Herman Suherman .

“Di sini saya ingin menyampaikan bahwa sangat penting untuk memahami sesuatu terlebih dahulu sebelum kita berkomentar maupun menyebar suatu pemberitaan terlebih di media sosial.” Ujar Plt  Bupati Cianjur H. Herman Suherman .

Menurut Bupati,  dalam hal ini adalah mengenai berita Pemkab Cianjur menyiapkan ‘lahan pemakaman khusus’ untuk korban Covid-19, yang mendapat beragam respon dari masyarakat. Harap dipahami, Pemkab menyiapkan lahan pemakaman, bukan berarti kami ingin jatuhnya korban. Sama halnya kita menyiapkan P3K, tentu bukan berarti kita berharap terluka, dan bila tiap bangunan menyiapkan Apar juga bukan berarti mereka mengharapkan gedungnya terbakar, dan andaikata di antara kita ada yang menyiapkan asuransi jiwa, tentu bukan berarti kita berharap cepat meninggal.

Hal ini adalah langkah antisipatif pada kemungkinan terjadinya hal yang paling buruk, tentu beberapa dari kita sudah mendengar berita di suatu wilayah ada jasad korban positif Covid-19 yang ditolak warga untuk dimakamkan di daerah mereka, bahkan petugas yang mengantar sampai diusir dengan dilempari batu, hal seperti ini tentunya tidak saya inginkan. Maka menyiapkan segala sesuatunya hingga kemungkinan terburuk sekalipun sangat penting dilakukan.

“Dengan dasar pemikiran yang sama, Pemkab juga tengah mencari tempat yang bisa menjadi tempat perawatan dan isolasi, apabila rumah sakit kita tak mampu lagi untuk menampung pasien.” Ujarnya.

Disebutkannya pula, harapan kita semua tentu saja, semoga semua hal buruk tidak terjadi, dan apa yang dipersiapkan untuk kemungkinan terburuk ini semoga tidak perlu digunakan.

Sosialisasi dan edukasi pada masyarakat sangat penting, agar tidak terjadi stigma pada pasien maupun jenazah. Menyiapkan area pemakaman khusus juga merupakan bentuk antisipasi lain agar jika efek stigma berupa penolakan terjadi, kita masih punya solusi.

Selain itu saya meminta agar rekan-rekan media juga ikut membantu mengedukasi masyarakat. Media yang baik adalah media yang bisa mengedukasi masyarakat, bukan media yang menebar keresahan pada masyarakatnya. Tingkat literasi masyarakat kita masih kurang, banyak yang hanya membaca judul di sosial media, tanpa membaca isi beritanya secara utuh.

Akibatnya banyak komentar yang tidak tepat sasaran, seperti ‘bukannya menyiapkan bantuan untuk yang hidup malah menyiapkan lahan kuburan’. Padahal dari anggaran 100 milyar yang Pemkab siapkan, di dalamnya ada peruntukan bagi bantuan sembako untuk masyarakat yang terdampak.

Cukup sekian hal yang ingin saya sampaikan, saya mencintai Cianjur serta seluruh masyarakatnya, dengan sepenuh hati saya, dengan segenap jiwa raga saya, Cianjur adalah tanah dimana saya lahir, tempat saya belajar dan tumbuh, dan saya tak pernah ingin Cianjur berduka karena wabah ini, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi tanah Cianjur yang kita cintai, tentunya tak luput dengan bantuan warga Cianjur yang juga sangat luar biasa. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.    (Dian Rahadian-HALLO Cjr).

 

Tangisan Nenek Aisah Panggilan Untuk Para Dermawan Di Cianjur

HALLO CIANJUR-Cianjur

Kata kata  yang ditulis  Acay Yani di medsos, sederhana namun memiliki kepekaan sosial cukup tinggi. Bercerita tentang Nenek Aisah jompo buta yang hidup hanya ditemani kedua anak yang belum dewasa, di sebuah gubuk diatas tanah milik pemerintah di Kampung  Cibinong RT 04/001 Desa Rancagooong,  Kecamatan Cilaku,  .

Nenek  Aisah seorang jompo dan tidak melihat tersebut, hidup dengan dua cucunya. Saat ini kedua cucu terpaksa putus sekolah. Ironisnya sekalipun dalam keseharian ada pada  kesusahan, namun belum juga tersentuh dengan bantuan pemerintah.  Baik PKH, Bantuan sembako dan bantuan bantuan lainnya termasuk dari 5 program andalan Baznas Kabupaten  Cianjur.

Ditanya  soal bantuan, nenek  Aisah hanya menggelengkan kepalanya pelan pelan, wajahnya sekilas berubah nampak sedih. Malah,  untuk meyakinkan, tangannya meraba raba tangan kedua cucunya seolah ingin meyakinkan walau sepahit apa pun kedidupannya. Kedua cucunya  berada di sisinya  walau bersama dalam kesedihan.

“Ninis  Sumarni  hanya sampai kelas 8,  Muhamad  Rijal hanya sampai kel;as 6, karena kami tak punya biaya akhirnya sekolah berhenti, “ ujarnya lirih.

Semula  Nenek Aisyah   tinggal di gubuk tanah negara  berempat, dengan ibunya Ninis dan Rijal, tetapi setelah penderitaan makin mendera akhinya Ibu  meraka nekad pergi ke Sauidi  untuk merubah nasib. Dan kepergiannya  tersebut  4 bulan lalu.

“Kami  tidak memiliki apa apa, tetapi  kami pun tidak terlalu berharap,  namun semoga saja Alloh segera mengetuk hati para dermawan untuk membantu sampai anakku bisa mengirim uang,” ujarnya pelan.  Terlihat dari sudut matanya yang tidak melihat berlinang air mata.

(WK-DR  HALLO Cjr).

 

SPKP Giri Mukti Lestarikan Aren Desa Kemang -Bojongpicung

HALLO CIANJUR-   Bojongpicung.

Aren dari Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung  merupakan salah satu aren terbaik yang ada di  Provinsi Jawa Barat. Dan hal tersebut, terbukti dengan produksi gula aren dari desa  itu  cukup berkualitas dan masih bisa bertahan sampai saat ini.

Kelestarian aren kemang, tidak terlepas dari upaya  yang dilaksanakan oleh  Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Giri Mukti yang membawahi empat kelompok seperti kelompok Giri Mukti, Mekarwangi, Tunas Mekar dan kelompok Pasir Tanjung. Maka dengan keberhasilan tersebut SPKP Giri Mukti  menjadi salah satu  komunitas teknologi dan komunikasi terbaik di Jawa Barat mewakili Kabupaten Cianjur.

Menurut  Ketua SPKP  Giri Mukti  dari Desa Kemang, Saepuloh, S.Pd.SD  menyebutkan alasan  SPKP  Giri Mukti  Lestarikan Aren  Desa Kemang  karena salah satunya Aren bagi Desa Kemang Kecamatan Bojongpicung sudah menjadi komoditi unggulan yang sudah membawa harum desa kemang dari dulu sampai saat ini.

Selain itu, disebutkan  Ketua SPKP  Giri Mukti  dari Desa Kemang, Saepuloh, S.Pd.SD  dengan mengolah nira aren menjadi gula aren di Desa Kemang sudah menjadi mata pencaharian utama yang tidak berhenti dari dulu  sampai saat ini.  Malah dengan membuat gula aren banyak diantara warga Desa Kemang yang bisa  menyekolahkan anaknya hingga sukses.

“Maka  kami dari SPKP  Giri Mukti  akan terus menjaga dan melestarikan pohon aren di Desa Kemang ini, malah saya sangat  bangga kepada Pemerintah Desa (Pemdes)  Kemang sudah memiliki Perdes yang mengatur soal pohon aren,” kata Saepuloh.

Bahkan disebutkannya pula, bahwa  pihaknya akan selalu  mendukung program pemerintah provinsi  maupun daerah, yang   saat ini terus memperhatikan kesinambungan alam bagi kelestarian beragam komoditi sebagai sumber kehidupan warga di pedesaan.

Sementara itu, PJS Desa Kemang Wawan Suhendar membenarkan bahwa potensi aren di Desa Kemang sangat berpotensi dan  menjadi andalan.  (Die R-HALLO Cjr).

 

Retana Kecamatan Bojongpicung Siaga Hadapi Wabah Covid 19

HALLO CIANJUR-   Bojongpicung.

Relawan Tangguh Bencana (Retana) Kecamatan Bojongpicung kini terus melaksanakan beragam upaya bersama  pihak pihak terkait di Kecamatan Bojongpicung, dan kegiatan difokuskan  dalam  menghadapi bencana wabah virus Corona.

Menurut  Ketua Retana Kecamatan Bojongpicung Ido Sutarman S.Pd   bahwa  kebersamaan Retana dengan pihak Polsek Bojongpicung, Koramil Bojongpicung serta pihak kecamatan dan pihak desa beserta pihak pihak terkait, sampai saat ini terus berjibaku  bersama dalam menghadapi wabah Covid 19 tersebut.

Selain itu, dukungan dari para tokoh masyarakat serta dari pemerintahan desa yang ada di  Kecamatan Bojongpicung, dalam penanganan dan ke siap  siagaan  dalam menghadapi wabah covid 19 dinilai Ido Sutarman, semua pihak cukup solid dan bekerja langsung secara bersama sama. Sehingga  semua kejadian atau data terkait Covid 19 dengan cepat tertanggulangi.

“Saya sebagai Korcam retana (relawan tangguh bencana) Kecamatan Bojongpicung, siap siaga dalam menghadapi wabah covid 19, bahkan akan selalu membantu warga masarakat khusus nya yg berada di Kecamatan Bojongpicung   untuk mencegah pandemik covid 19,” ujar Ketua Retana Kecamatan Bojongpicung Ido Sutarman S.Pd.

Selain itu disebutkannya pula, bahwa  pihaknya akan selalu  mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, saya mengucapkan terimksih kepada BHS dan Camat Bojongpicung yang  telah memberikan kepercayaan kepada Retana menjadi i satgas covid 19 bersama pemerintah desa.

“Sekalipun Bojongpicung aman, namun kami semua yang ada di Bojongpicung terus waspada dan terus menjalankan  langkah langkah seperti yang diterapkan pemerintah saat ini,” ujar Ido Sutarman pada Hallo Cianjur.   (Die R-HALLO Cjr).

Warga Berharap Jalan Menuju Kampung Tubuy Segera Normal Kembali.

HALLO CIANJUR-   Cibeber.

Jalan desa menuju kampung Tubuy yang tertimpa longsor, diharapkan warga dari 3 Rukun Tetangga (RT) yang ada di Kampung Tubuy jalan  tersebut segera normal kembali. Maka untuk mengangkat tanah longsoran  tersebut warga bergotongroyong.

Menurut Elon ketika dihubungi di lokasi longsor menyebutkan, sekalipun dinas terkait sudah menurunkan alat berat untuk membersihkan tanah yang menimpa jalan, namun warga dengan sigap membantu secara sukarela dengan bergotongroyong.

Selain itu, dukungan dari para tokoh masyarakat serta dari pemerintahan Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, dalam penanganan normalisasi jalan akibat bencana tanah longsor, khusunya yang menuju arah kampung Tubuy  terus tanpa henti dilakukan, walaupun saat ini ada dalam  situasi dan kondisi perkembangan penyebaran Covid-19.

“Sekalipun alat berat cukup terlambat datang ke lokasi ini, namun setelah kami melakukan musyawarah akhirnya alat bisa juga membantu di sini,” ujaar Elon.

Sementara itu warga yang lainnya, Misbah  berharap jalan bisa segera normal lagi  sebab banyak hasil  pertanian, atau pun warga yang akan ke sawah atau pun ke kebun dipastikan melewati jalan yang terkena longsot tersebut.

(Wawan Kusmiran-HALLO Cjr).