admin

Warga RT,05 RW,01 Desa Rancagoong Swadaya Bangun Jembatan

HALLO CIANJUR- Cilaku.

Warga  RT,05 RW,01Desa Rancagoong Kecamatan  Cilaku- Kab. Cianjur- Jabar secara swadaya membangun jembatan yang menghubungkan wilayah RT 05 ke jalan utama Desa Rancagoong.  Sebelum dibangun jembatan tersebut cukup memprihatinkan.

Menurut Ketua RT,05 RW,01 Sobur Solehudin  bahwa  warga masyarakat pada hari Minggu 20 /9 mengadakan gorol kerjabakti merenovasi jembatan dan jalan satapak sepanjang 12 meter  dan lebar 120 Cm . Dalam pembangunan jembatan tersebut  telah selesai menghabiskan biaya 3 juta rupiah yang didapat darii para donatur seperti  P.,Hendi, P,Joyo , P,Ajengan Misbah,Al,Mujahidin, Abah Judin.

“Warga masyarakat sangat peduli terhadap jembatan dan jalan sepanjang 12 meter lebar 120 centi meter dan  jalan tersebut sangat d butuhkan warga setiap hari apalagi setiap hari Kamis ibu ibu minggonan yang ke  majlis ta’lim. Al,Mujahidin tidak kurang dari 100 Orang  maksimal yang melintasi jalan tersebut,” Kata  Ketua RT,05 RW,01 Sobur Solehudin.

Ditambahkannya pula,  warga masyarakat sangat bersyukur karena jembatan yang suka dilewati sudah lapuk dikhawatirkan ada yang jatuh. Maka dengan selesainya dibangun dengan swadaya dan pengerjaannya dilakukan secara gotongroyong.

Ketua RW,01 Desa Rancagoong, Dudi Iskandar  mengucapkan terimakasih kepada donatur dan warga RT,05  “ Kami sangat berterimakasih pada ketua RT. Tokoh masyarakat serta warga dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan jembatan tersebut,” ujar Dudi Iskandar kepada Hallo Cianjur,Minggu (20/9).   (WA ISK/HALLOCjr).

Petinggi Disdik Kab. Cianjur Tidak Respon SD Ambruk di Jatisari.

HALLO CIANJUR-Bojongpicung.

Ambruknya  satu unit ruangan  SDN Sindangkarya, Kecamatan Bojongpicung, Kab. Cianjur sudah lama terbangkalai, Ironisnya Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tidak pernah datang meninjau sekolah tersebut.

“ Maaf itu yang sudah ambruk perpustakaan, itu pun kalau melihat dari foto, kalo dari Dinas Pendidikasn Kabupaten selama saya di sindangkarya belum ada yang ngontrol, tapi dari PUPR insha alloh tahun anggaran  2021 katanya, hal itu disampaikan saat memberikan proposal/perifikasi kondisi SD  Ssindangkarya, “ ujar   Kepala SDN  Sindangkarya, Kecamatan Bojongpicung, Jujun  Junawan.

Dibenarkan pula Kepala Sekolah tersebut, adanya ruangan yang ambruk rusak  hingga kini sekalipun sudah dilaporkan ke kantor Dinas Pendidikan Kabupaten namun kondisinya masih tetap seperti demikian.

“ Oh muhun leres  SD  Sindangkarya nu unit handap leres tos reksak, mung abdi ti payun tos laporan ka dinas bade di rehab, dugi ka ayeuna teu acan aya realisasina, punten sanes pihak sakola teu peduli, malih ti PUPR oge tos uningaeun.” Kata Jujun Junawan dalam basa Sunda.

Menanggapi ambruknya sekolah tersebut,  Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Awaludin, S.Ag. MH.  Berharap pihak-pihak terkait segera berupaya untuk membangun kembali sekolah tersebut.

“Saya berharap  Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan  Kab. Cianjur  dapat segera memperbaiki gedung sekolah tersebut. Karena jika tidak cepat dibangun akan berdampak terhadap proses Kegiatan Belajar Mengajar yang terhambat. Kita juga menghimbau para pihak dapat membantu perbaikan gedung sekolah tersebut.” Ujar Awaludin.

Demkian Juga Ketua PGRI  Kecamatan  Bojongpicung menyebutkan pihaknya telah berupaya memberikan dukungan ke SD Sindangkarya agar sekolah  tersebut  segera mendapatkan perbaikan, khususnya ruangan yang ambruk.   (DieRR/HALLOCjr).

 

Pasca Kebakaran Pontren Kampung Legokringgit Mulai Dibangun TIM BHS-M Tanggeung

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Setelah mengelami musibah kebakaran  Pontren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur-Jawa Barat. Jum,at  (18/9)  mulai dibangun dengan  pelaksanaan  langsung disaksikan pihak Pontren tersebut,

“Mohon doa, di hari jum”at berkah ini insya Alloh dimulainya kembali pembangunan asrama putri pontren Legokringgit,  Kecamatan Tanggeung pasca musibah kebakaran. Dan Pembangunan didukung  oleh Bapak Haji Dadang Jengi Tenggeung semoga lancar,”kata  salah seorang pengasuh Pontren.

Semantara Keluarga besar H. Dadang Jengi yang diwakili  H. Dadang Jengi yang sejak awal aktif memberikan dorongan moral maupun moril kepada potren tersebut   menyebutkan  setelah  mengetahui  telah  terjadi kebakaran di Pondok Pesantren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur  pihaknya  langsung menyiapkan bantuan dan  merencanalan pembangunan kembali  pondok yang  terbakar.

“Alhamdulillah  bantuan telah kami sampaikan ke pontren tersebut, semoga bisa bermanfaat  dan membantu meringankan beban para korban yang terkena musibah,  dan pada juma”at ini kita mulai pembangunannya.” ujar H. Dadang Jengi..

Menurutnya juga, bantuan yang diberikan ke pondok pesantren  itu sesuai dengan program Tim BHS-M . Diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat dan diterima ditengah – tengah  para santri yang sedang membutuhkan untuk terus bisa membangkitkan semangat  belajar dan menuntut ilmu di pontren.    (Sar/.HALLOCjr).

 

Ruangan Di SD Sindangkarya –Bojongpicung Ambruk Pihak Sekolah Tak Peduli

HALLO CIANJUR-Bojongpicung.

Ambruknya  satu unit ruangan  SDN Sindangkarya, Kecamatan Bojongpicung, Kab. Cianjur sudah lama terbangkalai, malah warga menilai  pihak sekolah seolah olah tidak peduli  terhadap kondisi ruangan yang ambruk tersebut.

Anehnya, Kepala Sekolah tersebut  tidak pernah  mengajak melakukan upaya musyawarah dengan  para orang tua murid, yang intinya  membahas soal penanganan ruangan yang ambruk tersebut. Semisal upaya membereskan bahan  bahan material ruangan yang ambruk.

Ketika  HALLO CIANJUR.Com akan  konfirmasi  kepada Kepala Sekolah SDN Sindangkarya,  yang bersangkutan sudah pulang. Namun  diperoleh keterangan dari Komite Sekolah SDN Sindangkarya, Asep Sulaeman bahwa  pihaknya membenarkan saru unit ruangan di SD tersebut ambruk sudah lama.

“Memang  benar  ada satu ruangan sekolah yang ambruk, itu sudah lama terjadi dan kondisinya masih tetap seperti itu,” ujar Komite Sekolah  SDN Sindangkarya, Asep Sulaeman  saat dihubungi di SD Sindangkarya.

Menanggapi ambruknya saru ruangan di SDN Sindangkerta,  Ketua Dewan Kota  (Dekot), Dian Rahadian  menyebutkan  preseden buruk yang berulang ulang bagi wajah Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, dimana  alokasi 20 % untuk POS APBN salah satu untuk Dana Alokasi Pendidikan / DAK untuk membangun sekolah baru dan renovasi bangunan baru.

“Ini salah satu ketidak mampuan menata kinerja di lingkungan Dinas Pendidikan Kab. Cianjur, kalo  leader kredibel dan berintegritas insyaallah tidak akan terjadi seperti begitu .Dan Dinas Pendidikan PR bersama karena akut dugaan praktek koruptif dari hulu sampe ke hilir ini segera harus dibenahi,” ujar Dian Rahadian.

Menurutnya, tidak ada skala prioritas bangunan sekolah yang rusak diutamakan malah  sebalikny yang dekat t oknum diprioritaskeun karena indikasi adanya fee dari nilai pagu bangunan Dan akhirnya dijadikan bangunan yang mendapatkan DAK.

“.Kemudian kwalitas dibawah standar membangun asal asalan  tidak  sesuau RAB akibat potongan dari oknun bawah sampai ke atas pada akhirnya kwalitas bangunan tidak  layak/kwalitas berati cepatnya rusak dan hancur.  Menurut saya  lucu mengurus sekolah rusak sudah tak mampu bagaimana mengurus pendopo permasalahannya sangat komplek,” tandas Dian.

(Die RR/HALLOCjr).

. Ketua STN Jabar, Wendi Hartono: Kelangkaan Pupuk Diduga Ada Penimbunan

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Kelangkaan pupuk di Kabupaten Cianjur,  mendapat tanggapan pula  dari Ketua Serikat Tani  (STN) Jawa Barat,  Wendi Hartono. Yang menduga  kelangkaan   akibat penimbunanan  pupuk  sehingga   membuat pupuk mahal.

Dinilai  Ketua Serikat Tani – Jawa  Barat  tersebut,  terjadinya kelangkaan pupuk kita harus menyikapinya, pemerintah setempat  dari mulai Bupati  atau Dinas Peratanian atau dinas dinas terkait  dengan masalah itu harus segera.

“Harus diusut tuntas, jangan jangan adanya penimbunan pupuk agar harga mahal.” Ujar  Ketua Serikat Tani  (SKTN) Jawa Barat,  Wendi Hartono.

Ketua STN  Jawa Barat, menyebutkan bahwa di awal  Desember lalu  pemerintah mengeluarkan kartu tani yang  tujuannya uintuk mempermudah petani  dalam mendapatkan pupuk dengan harga murah akan tetapi sosoialisasi dari pemerintah  Bupati,  dinas sampai desa masih kurang. Sehingga masih banyak yang kurang memahami soal kartu tersebut.

“ Dengan kartu ini untuk apa ? satu sisi pemerintah benar  untuk mensejahtrakan  para petani  akan tertapi  temuan dilapangan  terjadi kalangkaan pupuk,  adanya spakulasi pihak pihak  tertentu, sehingga  kelangkaan pupuk harus disikapi  tegas. “ jangan jangan ada permianan  pupuk agar harga pupuk mahal atau tinggi,” ujarnya.

Ditandaskannya, terjadi kontradiksi,  dimana pamerinntah  dengan dikeluarkannya  kartu tani agar mempermudah petani dapat membeli pupuk murah, namun  kelangkaan pupuk, atau yang ada  saat ini mahal sehingga  terpaksa petani  membeli.  Dengan dimikian terjadi  biaya produksinya  berharga mahal,  tetapi  jumlah  hasilnya  tidak  seimabang.

“Dan  kita bagaimana bisa bicara kadaulatan  pangan atau kemandirian pangan kalau  petani  sendiri diberatkan dengan harga pupuk. “ ujarnya.

Kepada HALLO CIANJUR.Com, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Holtikultura Kab. Cianjur, Ahmad Nano menyebutkan  bahwa    silahkan tulis lagi permasalahan pupuk subsidi langka.  (DieRR/HALLOCjr).

 

Kepala Sekolah Dan Guru SDN Jatisari Giat Kawal Pembelajaran Daring

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Kepala Sekolah dan Guru di SDN Jatisari, Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung, Kab. Cianjur- Jawa Barat  terus bersinergi  dalam giat pembelajaran daring, walaupun   pembelajaran  yang menggunakan model interaktif berbasis internet.  Selain itu, KS dan Guru di sana tetap merawat dan menjaga kebersihan sekolah, sekalipun terpaksa harus menyapu sendiri.

Menurut Kepala Sekolah SDN Jatisari, Dadang Hidayat S.Pd  ketika ditemui di ruang kerjanya menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat dunia pendidikan di Tanah Air terganggu. Termasuk sekolah yang dipimpinnya.

“Pemerintah Kabupaten Cianjur  melalui arahan Disdik telah memberi petunjuk berupa  cara aman agar pendidikan bisa tetap berjalan maksimal dan penyebaran virus corona bisa diminimalisir di lingkungan sekolah,” ujar Dadang Hidayat.

Disebutkan  Kepala Sekolah SDN Jatisari, modelnya adalah pembelajaran dalam jaringan (daring) dari rumah. Namun sayangnya berbagai kendala harus dialami peserta didik, sehingga dinilai tidak mudah. Dengan sistem belajar online, para guru pun mesti dihadapkan dengan sejumlah persoalan yang kerap kali terjadi.

Para Guru  harus bekerja ekstra agar proses belajar mengajar daring tersebut berjalan mulus. Kendala-kendala yang sering terjadi biasanya tak jauh soal murid  yang tidak memiliki gawai, jaringan internet susah hingga kendala teknis lainnya.   Meski pembelajaran dilakukan daring, namun tetap saja mengharuskan para guru SDN Jatisari ini “jemput bola”.

“Murid di sini  yang tak punya smartphone. Itu biasanya kalau ada soal atau materi guru  selalu datang  ke rumahnya. Nanti dikerjakannya. Itu namanya belajar luring (luar jaringan),” kata   Dadang Hidayat.

Selain itu, sebagai guru tentu harus memiliki jiwa ekstra sabar. Sebab selama masa belajar-mengajar secara daring ini para siswa lebih banyak yang kurang efektif dalam menerima materi. Di sisi lain, para siswa juga banyak yang mengeluhkan tidak tersedia­nya paket internet di rumahnya.

Upaya yang dilakukan di SDN Jatisari  Kecamatan Bojongpicung  tersebut, mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Awaludin, S.Ag. MH.  “Saya atas nama Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur sangat mengapresiasi guru tersebut. Itulah sejatinya guru, dalam kondisi apapun tetap memberi manfaat untuk kemajuan sekolah dan pendidikan. Semoga semangat ini terus dijaga dan dapat ditularkan atau dicontoh guru-guru yang lainnya. Semangat terus, berjuang tanpa henti. Insya Allah akan dapat manfaat dan pahala dari Allah SWT.” Ujar Awaludin S.Ag. MH.   (WK/HALLOCjr).

SDN Sugihmukti Ambruk, Bukti Mandulnya Pengawasan Fisik Dari Disdik Cianjur.

HALLO CIANJUR-Cikalong.

Ambruknya SDN Sugihmukti di Desa Mekarmulya Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Selasa (14/09), sekira pukul 17.07 WIB,  walau baru selang beberapa hari kejadiannya, namun reaksi di masyarakat mulai  bermunculan.

Sekalipun ambruknya  sekolah tersebut  diduga akibat pergeseran tanah. Selain itu juga karena gedung sekolahnya sudah lapuk dimakan usia. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa nahas tersebut. Namun kerugian akibat peristiwa tersebut, diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti disampaikan Ketua Dewan Kota  (Dekot), Dian Rahadian pada HALLO CIANJUR, bahwa  kejadian ambruknya  sekolah merupakan bukti kwalitas fisik yang buruk yang tidak sesuai dengan  RAB selain itu  kemungkinan tidak ada kajian awal soal rencana lokasi, sehingga ditanah yang rentan pergeseranpun  dipaksakan dibangun. Sehingga jika demikian pengawasan dari Disdik mandul.

Disebutkannya pula, padahal  pemerintah pusat melaluii bantuan  DAK  begitu besar untuk pembangunan kelas baru dan rehab sekolah yang sudah tidak  layak.  “Dekot mencurigai sekolah bisa ambruk akibat diduga nilai proyek dikutif oknum minimal 30% per paket  bantuan  DAK untuk sekolah. disitulah terjadi indikasi koruptif oknum yang berakibatkan kwalitas bangunan sekolah ambruk.

Dijelaskannya pula, Dekot memandang  Dinas  pendidikan  harus  bertanggungjawab  sepenuhnya atas kejadian tersebut,  malah dinilainya  urusan  Disdik tidak  mampu mengelola dengan  baik apalagi kalau  beragam urusan di Cianjur yang begitu luas.

Kepala SDN Sugihmukti, Yusuf Ibrahim, S. Pd kepada wartawan  menjelaskan, jumlah siswa SDN Sugihmukti dari kelas I – Kls VI sebanyak 79 siswa. Sedangkan jumah tenaga pengajar sebanyak 6 orang plus Kepala Sekolah.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan, pihaknya mengetahui ambruknya bangunan SDN Sugihmukti, berdasarkan informasi dari guru yang rumahnya tak jauh dari lingkungan SD. Diduga kuat, ambruknya bangunan SD itu akibat adanya pergeseran tanah. Karena di lingkungan sekolah sering terjadi pergeseran tanah. Sebab posisinya  berada di pegunungan.   (Die RR/HALLOCjr).

Koramil Kota Giat Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Koramil Cianjur Kota-  Kodim 0608/ Cianjur, bersama tiga pilar ( Polri, TNI dan  Satpol-PP) melakukan kegiatan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan Covid-19 di Wilayah Kecamatan  Cianjur Kota- Kabupaten Cianjur-Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa dan Babinkantibmas, Pol PP  turun kejalan untuk melaksanakan tugas guna  mengantisipasi warga masyarakat yang lalai dalam menjalani protokol kesehatan dalam  pencegahan Covid-19 di Wilayah Kecamatan  Cianjur Kota.

“Sejak senin operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 digelar, pelaksanaannya kita adakan bersama TNI dan Satpol-PP,” tutur Peltu Wawan.

Sejak pagi personel Polsek, TNI dan Satpol-PP melakukan kegiatan operasi yustisi dan memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar aturan protokol kesehatan di beberapa titik di Kecamatan Cianjur Kota.

Serma Didin  dari Koramil Cianjur kota mengatakan warga senantiasa harus jaga jarak, biasakan cuci tangan dan memakai masker. Dan  Koramil kota yang turun kejalan Peltu Wawan, Sertu Budi dan Ade Erawan.

“Yang tidak pakai masker diberi sanksi  membaca Pancasila dan kegiatan ini  telah dilaksanakan pada hari Senin kemarin  dengan  telah mendapatkan pelanggar  sebanyak 17 pelanggaran, dan kita bersama Polsek Cilaku.” Ujarnya.

Dengan pemberian sanksi kepada masyarakat yang terjaring Operasi Yustisi ini diharapkan masyarakat bisa lebih patuh dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.  warga masyarakat terjaring operasi yustisi ini, oleh aparat dilakukan peneguran hingga diberi sanksi, selanjutnya kita berikan masker.      (Wa Isk/HALLOCjr).

 

Komisi I DPRD Kab. Cianjur Geram, Dinas Pertanian Cianjur Seolah Diam Berpangku Tangan

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Kelangkaan pupuk di Kabupaten Cianjur,  dinilai para politisi di DPRD Kab. Cianjur akibat lambannya kinerja Dinas Pertanian,  Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur dalam pengajuan penambahan kuota pupuk ke provinsi. Padahal ketersediaan pupuk sudah diprediksi Dinas tersebut bakal habis pada bulan Agustus atau September.

Demikian diantaranya disampaikan Ketua Komisi 1 DPRD,  Mohamad Isnaeni  bahwa menyikapi kondisi seperti sekarang ini  Dinas terkait harus segera mencari solusi terbaik untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Kab. Cianjur.

“Kami meminta dinas terkait harus segera menyikapi persoalan ini. Jagan hanya berpangku tangan tapi cek lapangan bener engga, kalau bener segera cari solusinya apa yg mesti dikerjakan untuk mengatasi masalah ini, apa perlu pemerintah daerah membikin regulasi atau dinas terkait dapat merekomendasikan ke petani dimana saja pupuk bersubsidi itu didapat,” ujar Mohamad Isnaeni bernada kecewa dengan  langkah  Dinas Pertanian ,  Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur seperti di tulis HALLO CIANJUR.Com  belum lama ini.

Ditandaskan Ketua Komisi 1 DPRD,  Mohamad Isnaeni bahwa  Jangan saling lempar tanggung jawab dinas terkait segera ambil alih masalah ini agar petani merasa dilindungi dan diperhatikan.  “Segera ambil langkah terbaik untuk melindungi petani di Cianjur,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur yang diwakili Seksi Penyuluh, Deni Dadin S mengatakan bahwa  kelangkaan itu  terjadi karena kuota pupuk di Kabupaten  Cianjur yang biasanya mendapat 30.000  ton sampai dengan  35.000 ton per tahun,  saat ini berkurang jadi 25 000 ton untuk tahun ini. Perhitungan sampai Agustus.

“ Kusus urea dan SP. Kami sudah mengajukan alokasi melalui provinsi kita tinggal menunggu Dipa perubahan  cepat terealisasi untuk kebutuhasn petani  Cianjur.” Ujar Deni Dadin S.

(Die RR/HALLOCjr).

BAZNAS Cianjur Bantu Pontren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Baznas Kabupaten Cianjur langsung memberikan bantuan, ke pontren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur-Jawa Barat. Dan bantuan langsung diterima pihak Pontren.

Ketua Baznas Kab. Cianjur H. Yosep Umar yang diwakili Wakil Ketua Empat  Bidang Humas  Baznas Kab. Cianjur, H. Hilman Syaukani ketika dihubungi di ruang kerjanya  menyebutkan  setelah  menerima informasi terjadi kebakaran di Pondok Pesantren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur Baznas langsung menyiapkan bantuan Cianjur Paduli.

“Alhamdulillah  bantuan telah kami sampaikan ke pontren tersebut, semoga bisa bermanfaat  dan membantu meringankan beban para korban yang terkena musibah,” ujar Humas  Baznas Kab. Cianjur, H. Hilman Syaukani.

Menurutnya juga, bantuan yang diberikan ke pondok pesantren  itu sesuai dengan program Baznas Cianjur Peduli. Diharapkan bantuan ini bisa bermanfaat dan diterima ditengah – tengah  para santri yang sedang membutuhkan untuk terus bisa membangkitkan semangat  belajar dan menuntut ilmu di pontren.

Sementara, Danar salah seotang warga menyebutkan pada peristiwa itu, selain meluluhlantakan pondok pesantren, api juga membakar  bangunan dengan cepat karena musim kemarau.  sehingga pihak pesantren dan masyarakat  serta pihak  terkait berjibaku untuk mengatasi kebakaran tersebut. Namun sekalipun berikhtiar melakukan pemadaman, tetap saja musibah tersebut tidak bisa  dielakan. Dan terjadi menimpa Ponpes ini.

“Bersyukur  saat ini Baznas Cianjur pun telah langsung memberikan bantuan, dan bantuan ini benar benar bisa membantu. Walaupun sebelumnya bantuan dari pihak lain  pun sudah banyak di terima pesantren,” ujarnya.   (WK/HALLOCjr).

Bripka Hendra Arifin, SH, Dekat Dengan Masyarakat

HALLO CIANJUR-Cilaku.

Bintara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku- Kab. Cianjur, Bripka  Hendra Arifin, SH  selama menjalankan tugasnya begitu dekat  dengan masyarakat di Desa tersebut. Sehingga  mampu jadi penggerak kebersamaan.

Bripka  Hendra,  yang tugasnya hampir sama seperti Babinsa TNI. Secara struktural, Babinkamtibmas ditempatkan di setiap polsek yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Secara umum, ia menerangkan, seorang anggota Babinkamtibmas bertugas untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, dari  wilayah tingkat RT atau pun tingkat RW kami selalu ikut dalam kegiatan masyarakat,  termasuk penyuluhan tentang pentingnya memakai masker, menjaga jarak serta sosialisasi pentingnya bercuci tangan dalam penangan Covid 19,” ujar Bripka  Hendra Arifin. SH, ketika dihubungi HALLO CIANJUR.Com di Desa Rancagoong.

Dijelaskan juga Babinkamtibmas  Desa Rancagoong  tersebut, dengan begitu, masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing. Namun, juga aktif dalam kegiatan kegiatan lainnya yang diselengarakan di tingkat Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku.

Ditambahkannya , secara spesifik Babinkamtibmas bertugas untuk menyambangi wilayah mereka guna melakukan penyuluhan terkait upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan keamanan, Pencefgahan covid 19, kebersihan lingkungan di wilayah RT atau pun wilayah RW  yang secara umumnya untuk wilayah tingkat desa.

“Terpenting saya terus berupaya mewujudkan kesadaran hukum masyarakat serta kesadaran tentang kamtibmas untuk menekan pengaruh faktor korelatif kriminogen (FKK) terhadap munculnya kejahatan dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Bripka Hendra  Arifin.  (WA IS/HALLOCjr)

Pemdes Rancagoong,Kec. Cilaku, Terus Menata Desa

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Pemerintahan Desa (Pemdes)  Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur kini terus melakukan pembenahan  pembenahan. Bukan saja pembenahan dalam  peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, akan tetapi pembenahan dilakukan pula dalam penataan bangunan dan ruangan kerja agar tercipta kenyamanan kerja.

Kepala Desa (Kades) Desa Rancagoong Dede Farhan Spd,I,  kini sedang  menata desa mulai dari depan membuat kantor lebih nyaman,  Bumdes dan ATK  untuk kebutuhan kantor terus dibenahi agar  tidak jauh seperti alat tulis. Sehingga pelayanan bisa nyaman, tertib dan cepat.

“Sekarang ruang depan ruang sekdes ruang kepala desa dan aula hampir selesai,semua tidak kumuh lagi.  Bersyukur ini semua merupakan hasil kerja dan dukungan semua pihak,” ujar Kades Rancagoong Dede Farhan Spd,I,

Disebutkannya juga, selain menata  secara fisik dilakukan juga pererat tali silaturakhmi warga  dengan dilaksanakannya beragam kegiatan yang dilaksanakan, seperti   pemerintahan desa bersama warga desa Rancagoong melaksanakan kegiatan baksos.

“ Baru baru ini sepuluh Muharam kami langsung memberikan bantuan kepada jompo dan anak yatim  berupa uang dan uang  walau tidak besar tapi besar manfaatnya,” ujarnya.

Giatnya Pemdes Rancagoong, mendapat tanggapan dari salah seorang warga, Ma Epon seorang jompo menyebutkan bahwa baru kepala desa kali ini yang peduli kepada jompo dan yatim sangatlah semua warga bersyukur kepada yg maha kuasa, apalagi  telah memberikan para pemimpin desa yang bisa mendermakan sebagian hartanya untuk warga yang tidak mampu dan jompo.

“Kepala Desa yabg satu ini semoga panjang umurnya dan diberkahi rizkinya oleh Alloh SWT,” ucap Ma Epon.  (Is/HALLOCjr).

 

Bunda Ai Juara I Rias Nasi Tumpeng Di Desa Rancagoong

HALLO CIANJUR- Cianjur.

Bunda Ai  ketua Kelompok Ibu Ibu dari RW 01  Desa Rancagoong,  Kecamatan Cilaku – Kab. Cianjur, akhirnya bersama kelompoknya berhasil jadi juara ke satu (I) pada perlombaan rias tumpeng tingkat Desa Rancaggong.

Menurut Bunda Ai,  dalam periasan nasi tumpeng yang diikut sertakan dalam lomba  tingkat Desa Rancaggong, kelompoknya memadukan hiasan dengan aneka sayuran yang bertema  hari kemerdekaan. Maka dipasang pernak pernik penujang pada hiasan tersebut.

“Sengaja menggunakan  sayur mayur dalam  hiasannya. Dan dari awal kelompok kami memang sudah mempersiapkannya,” ujar Bunda Ai.

Disebutkannya pula bahwa keberhasilannya tersebut,  merupakan keberhasilan yang di raih tidak sendiri. Sebab banyak yang memberikan ide dan saran. Salah satunya seperti  Ketua RW 01 Desa Rancagoong, Dudi Iskandar.

“Kami sangat bangga dengan hasil kreasi kelompok Ibu Ibu dari RW kami sehingga menjadi juara ke satu dalam lomba tumpeng tersebut, dan dengan keberhasilan ini semoga bisa dicapai pula dalam lomba lomba yang akan datang.” Kata Ketua RW 01, Dudi Iskandar.

Sementara itu, kepala Desa Rancagoong,  Dede Farhan,SPd.I.  menyebutkan bahwa pihaknya  berencana akan menjadikan lomba lomba kreasi kelompok masyarakat  menjadi agenda rutin tahunan untuk di desanya. Apalagi bermanfaat menjadi ajang silaturakhmi warga.  (Is/HALLOCjr).

Pesantren Salafiah Legokringgit Dapat Bantuan Tim BHS-M

HALLO CIANJUR-Tanggeung

Setelah terjadi kebakaran di Pondok Pesantren Inayatulfimriyah, Kampung Legokringgit, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Minggu lalu, banyak bantuan terus mengalir ke Pontren tersebut. Seperti  banatuan dari   Tim  BHS-M  tanggeung yang langsung disampaikan H. Dadang Jengi.

 

Logistik yang disampaikan berupa air mineral 50 karton, Mie sedaap, beras, 100 stel pakaian baru berikut kerudung untuk para santriwati. Dan uang kadeudeuh untuk para korban. Semua atas nama Bapak Bupati  H. Herman Suherman.

“ Alhamdulillah Relawan BHS Tanggeung  untuk dan atas nama BHS telah siap  membangun kembali asrama putri dengan  kapasitas 100 orang, Insya Allah mulai hari ini  matrial masuk dan dikirim ke lokasi,” ujar  H. Dadang Jengi.

Seperti disebutkan Tim BHS-M tersebut, pada peristiwa itu, selain meluluhlantakan pondok pesantren, api juga membakar  bangunan dengan cepat karena musim kemarau.  sehingga pihak pesantren dan masyarakat  serta pihak  terkait berjibaku untuk mengatasi kebakaran tersebut. Namun sekalipun berikhtiar melakukan pemadaman, tetap saja musibah tersebut tidak bisa  dielakan. Dan terjadi menimpa Ponpes ini.

“Kami   dari Tim BHS-M Tanggeung  terus bergerak membantu dan sampai saat ini terus melakukan pendampingan  dengan  bantuan bantuan  material yang akan terus dikirim. Semoga  Pontren segera bisa cepat dibangun,” ujar H. Dadang Jengi.    (Die RR/HALLOCjr).

 

Dinas Pertanian PPH Kab. Cianjur Lambat Tangani Masalah Kelangkaan Pupuk

HALLO CIANJUR-Cianjur.

Kelangkaan pupuk di Kabupaten Cianjur,  dinilai para petani akibat lambannya kinerja Dinas Pertanian,  Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur dalam pengajuan penambahan kuota pupuk ke provinsi. Padahal ketersediaan pupuk sudah diprediksi Dinas tersebut bakal habis pada bulan Agustus atau September.

Dewan kota sangat  menyesalkan  kepada  Dinas pertanian terkesan masa bodo atas nasib petani soal tidak  adanya subsidi pupuk. Harusnya  Distan peka dalam situasi pandemic covid19 ekonomi terpuruk salah satunya kaum petani.

“Pahal  Cianjur salah satu lumbung padi terbaiknya.  Dalam  situasi corono ekonomi morat marit petani harus  beli pupuk non subsidi ke agen agen dengan  harga sangat mahal, Dewan Kota menghimbau jagan menunggu bantuan pusat atau  bantuan lain tapi harus  segera melakukan langkah langkah  terbaik untuk menyelamatkan nasib petani,” Ujar Ketua Dewan Kota, Dian Rahadian saat menanggapi kelangkaan pupuk di Cianjur.

Ditandaskannya pula, apalagi sekarang  musim percepatan cocok tanam, dan apabila Distan berdiam diri Dewan Kota akan mengerahkan ratusan petani untuk melakukan unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan kepada  Distan yang  tidak  peduli nasib petani.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi pihak Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur yang diwakili Seksi Penyuluh, Deni Dadin S mengatakan bahwa  kelangkaan itu  terjadi karena kuota pupuk di Kabupaten  Cianjur yang biasanya mendapat 30.000  ton sampai dengan  35.000 ton per tahun,  saat ini berkurang jadi 25 000 ton untuk tahun ini. Perhitungan sampai Agustus.

“ Kusus urea dan SP. Kami sudah mengajukan alokasi melalui provinsi kita tinggal menunggu Dipa perubahan  cepat terealisasi untuk kebutuhasn petani  Cianjur.” Ujar Deni Dadin S

Disebutkannya juga, agen harga mahal  solusinya bertaninya petani menggunakan pupuk organik yang  mereka buat atau yang ada di pasaran. Pupuk subsidi juga non subdi dengan harganya berbeda.

“Memang dipasar ada pupuk urea   termasuk non subsidi,  masalah kelangkaan pupuk tidak saja di Cianjur, tetapi seluruh indonesia, kita juga sudah terus terusan mengusulkan melalui telpon melalui WA. Seperti itu berjenjang tidak bisa langsung ke kementan karena yang membagikan kuota adalah provinsi.” Ujar Deni Dadin S.     (Die RR/HALLOCjr).