Desa

Setelah Banjir Bandang Datang, Jembatan Gantung Baru Dibangun

Hallo Cianjur- Cianjur.
Setelah mengalami kerusakan cukup parah, akibat banjir bandang,  akhirnya 3 jembatan gantung di Kecamatan Lelels dibangun dan saat ini sudah bisa dipergunakan oleh warga yang melintas jembatan tersebut.


“Akibat Banjir Bandang di Kecamatan Leles belum lama ini 3 jembatan gantung rusak berat, dan saat ini kondisinya sudah  selesai direnovasi oleh CV,” ujar Mahmud tokoh masyarakat di Leles pada Hallo Cianjur saat ditemui di jembatan gantung tersebut.
Disebutkannya juga, Konstruksi Utama,telah selesai perbaikan kembali. Malah 3 jembatan gantung yang rusak akibat bencana alam itu sudah nyaman untuk dilalui.
Seperti halnya jembatan di Parung Cadas Desa Pusakasari  Kecamatan  Leles, Kemudian jembatan gantung Cilimus Desa Nagasari Kec,Leles dan di Bima Karya Desa Pusakasari.
Dengan dibangunnya ketiga jembatan gantung yang di kerjakan hanya 30 hari sudah selesai, seperti disebutkan tokoh desa lainnya  terima kasih kepada pemerintah sangat cepat dan tepat untuk keperluan masyarakat di tiga desa ini pembuatan jembatannya selesai dengan cepat.
Menurut Abah kumis sewaktu di konfirmasi ke 3 jembatan gantung ini sangat lah berguna siang malam bisa dilintasi tadinya sebelum ada jembatan warga harus mengeluarkan uang walau kecil kasihan kepada orang yang menjaga Rakit tersebut, tapi sekarang bebas tanpa hambatan hilir mudik warga normal. Disebutkan pula warga lainya, Abah Jumadi. yang kambingnya  terbawa arus bahwa setiap 5 tahun sekali harus ada banjir Bandang.
“Seperti ini mau tidak mau harus terjadi,  tapi baru kali ini yang paling besar sampai menelan korban dan ternak banyak yang terbawa arus,” kata Bah Jumadi ( 76).
(Iskandar).

Kades Tanjungsari Kecamatan Agrabinta Giatkan Ronda Malam

HALLO CIANJUR- Agrabinta.

Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta  beserta masyarakat setempat terus menggiatkan ronda malam, sebagai upaya menyikapi  akhir-akhir ini pencurian kendaraan motor dan anak-anak muda yang suka teler pil setan sering terjadi di pelosok desa.

Seperti disebutkan sejumlah warga, di Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta yang dipimpin Kades Juanda tidak akan membiarkan keadaan rawan pencurian motor maupun para remaja yang mengkonsumsi obat-obat terlarang. Penyakit masyarakat menjadi perhatian pemerintahan desa di wilayah yang berbatasan antara laut Cikakap Agrabinta dan Australia ini.

Baik masalah minuman keras, narkoba dan pencurian kendaraan harus diwaspadai oleh aparatur pemerintahan desa dan pengamanan, hal ini seperti diungkapkan Polisi Desa (Poldes) Desa Tanjungsari Abah Encep Rustandi.

Sejak Abah Encep diangkat jadi Poldes kurang lebih 1,5 bulan, ke depan akan menegakkan amar maruf nahi munkar.  “Tos sabulan satengah simkuring dipercaya jadi Poldes, ayeuna tos nangani 9 poin rupa-rupa kasus, ditamah deui kasus kehilangan satu motor warga,” kata Poldes Desa Tanjungsari Abah Encep Rustandi.

Desa Tanjungsari memiliki jumlah penduduk sekitar 5000 jiwa dan 19 ke-Rt-An lanjut Abah Encep, pemerintahan desa tidak mau diobok-obok oleh anak-anak muda yang suka teler, dan tidak ingin terjadi lagi pencurian motor.

“Simkuring tos koordinasi sareng polisi oge babinsa, dimana aya pelaku kejahatan akan diditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas,” ucapnya.

Untuk mencegah kejadian seperti itu kata Abah, ronda malam dinilai menjadi salah satu cara yang efektif dalam menjaga ketertiban situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) tetap kondusif.

Kegiatan ronda dilaksanakan di Pos Kamling yang ada di tiap lingkungan. “Penting pisan fungsi poskamling (gardu ronda) disetiap lingkungan, hiji tempat pikeun warga ngariung jeung wadah saling mere informasi sareng komunikasi warga. Pos kamling oge mangrupi sarana kanggo nyiptakeun situasi keamanan di lingkungan ngalangkungan giat ronda,” tutur Poldes yang juga salah satu pendiri TPI pantai Cikakap ini .

Menekan angka kejahatan:

Nampaknya memang bahwa masalah kejahatan dapat terjadi melalui media/dunia maya. Berjaga di poskamling diniliai masih efektif untuk menekan angka kejahatan.  Selain itu, juga untuk menyadarkan masyarakat bahwa menjaga keamanan merupakan kewajiban bersama.

“Diharapkan masyarakat Desa Tanjungsari mempunyai kesadaran dalam melaksanakan tugas kewajibannya, yaitu, ikut menjaga lingkungan melalui kegiatan ronda malam,” kata Abah Encep.

(Sar/HALLOCjr).